Cara Membuat Cocopeat Lebih Cepat, Bisnis pun Melesat

Hobi bercocok tanam kini tidak hanya bisa dilakukan oleh mereka yang memiliki lahan luas. Sejak beberapa tahun yang lalu, telah dikembangkan berbagai media tanam alternatif, termasuk cocopeat. Media tanam yang terbuat dari serbuk sabut kelapa ini sangat praktis digunakan dan ternyata, cara membuat cocopeat pun tidak rumit.

Tren mengoleksi tanaman hias semakin hari semakin berkembang. Banyaknya pehobi tanaman hias pun memunculkan tren yang senantiasa berganti. Beberapa jenis tanaman pun kemudian menjadi fenomenal. Tanaman hias pun semakin digandrungi karena ternyata tak hanya berfungsi untuk mempercantik rumah, tetapi juga bisa memberikan banyak manfaat lainnya.

Beberapa jenis tanaman hias terbukti bisa berfungsi sebagai pembersih udara dan pengisap racun. Contohnya adalah bunga krisan, sirih gading, lidah mertua, dan bunga lili. Ada juga yang bisa dimanfaatkan untuk pengobatan, seperti lidah buaya, daun dewa, kumis kucing, bunga telang, dan lainnya.

Kini, bercocok tanam dan memelihara tanaman hias pun menjadi semakin mengasyikkan karena tidak harus ditanam di tanah. Dengan berbagai media tanam alternatif, tanaman hias tidak hanya mempertindah taman, teras rumah, atau pojok ruangan. Penggunaan media tanam selain tanah memungkinkan tanaman hias tampil sebagai kreasi karya seni yang lebih menarik.

Berdasarkan material pembuatnya, media tanam alternatif dapat dibedakan menjadi dua golongan, yaitu media anorganik dan organik. Contoh media tanam anorganik adalah spans, gabus, vermikuli dan perlit, serta hidrogel. Sedangkan contoh media tanam organik adalah arang, tanah liat, batang pakis, moss, sekam padi, dan cocopeat.

Mengenal Cocopeat

Di antara berbagai jenis media tanam organik, cocopeat adalah salah satu yang memiliki kualitas sangat baik, tak kalah dengan tanah. Bahan baku cocopeat adalah sabut kelapa, sehingga media tanam ini sangat mudah ditemukan di negara-negara tropis dan kepulauan, termasuk Indonesia.

Di kalangan pehobi tanaman, cocopeat termasuk salah satu media tanam favorit. Alasannya, karena media ini memiliki banyak faktor ideal, khususnya untuk tanaman yang ditanam di dalam pot. Salah satunya alasannya adalah karena media dari serbuk sabut kelapa ini memiliki daya simpan air yang sangat baik.

Cocopeat merupakan salah satu bentuk coconut coir yang populer di Indonesia. Coco coir adalah istilah yang digunakan untuk menyebut media tanam yang berasal dari pohon kelapa. Selain cocopeat, ada juga jenis coco coir yang lain, yaitu cocofiber dan cocochips. Di antara yang lainnya, cocopeat memiliki bentuk dan tekstur yang lebih halus, menyerupai serbuk kayu.

Cocopeat sebenarnya merupakan hasil samping yang dihasilkan pada proses pengolahan sabut kelapa menjadi serat sabut kelapa atau disebut cocofiber. Proses penghancuran sabut tersebut ternyata tidak hanya menghasilkan cocofiber, tetapi juga serbuk halus sabut kelapa yang dikenal cocopeat.

Seperti halnya sabut kelapa, cocopeat juga memiliki sifat-sifat yang sangat bagus, seperti  dapat menyerap air dan menggemburkan tanah. Karena itulah, serbuk yang semula terbuang percuma tersebut kemudian dimanfaatkan menjadi media tanam. Selain itu, cocopeat juga banyak digunakan sebagai bahan baku panel untuk pembuatan furnitur dan batu bata.

Kekurangan dan Kelebihan Cocopeat

Sebagai media tanam, cocopeat bisa digunakan bersama tanah atau berdiri sendiri. Cocopeat disebut-sebut sebagai media tanam alternatif yang memiliki kualitas sebaik tanah. Tak heran, peminatnya pun cukup banyak, sehingga media tanam ini mudah dijumpai di toko-toko tanaman hias.

Bagaimanapun juga, seperti halnya media tanam lainnya, cocopeat memiliki kelebihan dan kekurangan. Untuk bisa menggunakan cocopeat dengan benar, Anda perlu mengetahui kelebihan dan kekurangannya.

Kelebihan Cocopeat

Sebagai media tanam, cocopeat memiliki banyak kelebihan, yang pada dasarnya merupakan sifat alami dari bahan pembuatnya, yaitu sabut kelapa. Kelebihan tersebut adalah:

1. Sangat Mudah Menyerap dan Menyimpan Air

Kedua sifat ini adalah nilai plus yang utama dari cocopeat sehingga dipilih menjadi media tanam. Cocopeat memiliki daya serap air yang sangat tinggi dan dapat menyimpan air dalam jumlah yang lebih banyak, yaitu 10 kali lipat daripada jumlah air yang mampu disimpan oleh tanah.

Kemampuan menyerap air dan kemudian menyimpannya adalah syarat utama yang harus dimiliki oleh media tanam yang akan digunakan untuk menumbuhkan tanaman dengan sistem hidroponik. Karena dapat menjaga air dengan baik, cocopeat akan melindungi akar tanaman sehingga tidak mudah kering dan selalu terhidrasi dengan baik.

2. Memiliki Pori-Pori

Keberadaan pori-pori pada media tanam sangat penting agar proses pertukaran udara berjalan dengan baik. Selain itu, pori-pori yang banyak memungkinkan lebih banyak sinar matahari yang menerpa akar tanaman dan kemudian masuk dan diserap dengan mudah.

3. Mengandung Trichoderma molds

Trichoderma molds, yaitu sejenis enzim dari jamur, berfungsi untuk mengurangi penyakit di dalam tanah yang menyerang akar tanaman. Dengan begitu, jika digunakan bersamaan dengan tanah, cocopeat akan membantu menjaga tanah tetap gembur dan subur. Cocopeat juga kaya akan hormon sehingga sangat ideal untuk perkembangan akar tanaman.

4. Memiliki Tekstur yang Menyerupai Tanah

Bentuk dan tekstur cocopeat menyerupai tanah. Butirannya yang berukuran halus membuat tanaman dapat beradaptasi dengan mudah, karena tidak jauh berbeda dengan jika ditanam di media tanah.

5. Ramah Lingkungan

Cocopeat berasal dari bahan organik yang sangat ramah lingkungan. Jika sudah tidak digunakan lagi, cocopeat dapat dibuang dan akan terdegradasi dengan baik secara alami di tanah. Selain itu, dengan melalui beberapa proses tertentu, cocopeat juga dapat didaur ulang menjadi media tanam baru.

6. Lebih Tahan Hama

Hama adalah salah satu musuh besar tanaman, terutama tanaman hias. Hama-hama tersebut biasanya tinggal di dalam tanah tempat tanaman tumbuh. Mengganti media tanah dengan cocopeat mampu melindungai tanaman dari serangan hama dengan lebih baik.  Ternyata, cocopeat bukan lingkkungan yang baik bagi beberapa jenis hama yang berasal dari tanah.

7. Mudah Digunakan

Karena memilik bentuk dan tekstur yang sangat mirip dengan tanah, cocopeat sangat cocok digunakan oleh para pemula yang baru akan mulai belajar menanam tanaman secara hidroponik. Saat pertama kali menanam, cocopeat  sangat mudah digunakan.

8. Memperbaiki Kualitas Bibit Tanaman

Cocopeat sangat baik untuk dipilih oleh para pelaku usaha tanaman hias, sayur, dan kulturjaringan. Penggunaan cocopeat terbukti mampu mendongkrak produksi dan kualitas bibit, yaitu bibit menjadi lebih kuat dan penakarannya lebih lebat.

9. Lebih Menguntungkan

Bagi para pengusaha tanaman, menghasilkan profit atau keuntungan yang besar adalah salah satu tujuannya. Penggunaan cocopeat sebagai media tanam akan memberikan keuntungan ganda. Selain tanaman bisa tumbuh secara maksimal dan sehat, proses pemeliharaan juga menjadi jauh lebih efisien, karena cocopeat dapat menghemat pemakaian air dan pupuk.

Kekurangan  Cocopeat

Di samping kelebihannya, cocopeat juga memiliki beberapa kekurangan, di antaranya:

1. Tidak Mengandung Unsur Hara

Meskipun bentuk dan teksturnya sangat mirip dengan tanah, cocopeat tidak mengandung unsur hara seperti halnya tanah. Untuk itu, saat akan digunakan sebagai media tanam baru, tambahkan nutrisi dan suplemen untuk mendukung pertumbuhan tanaman.

2. Tidak Steril

Cocopeat memang tidak mengandung hama, tetapi sebelum digunakan, cocopeat harus disterilkan terlebih dahulu. Caranya mudah, cukup dengan cara mencuci dan mengeringkannya terlebih dahulu.

3. Kurang Cocok untuk Akar Tanaman yang Tidak Suka Basah

Untuk jenis tanaman tertentu, khsususnya yang akar tanamannya tidak banyak memerlukan air, cocopeat tidak cocok digunakan. Beberapa tanaman yang tidak menyukai kondisi basah antara lain adalah tanaman kol atau brokoli.

4. Banyak Mengandung Tanin

Zat tanin merupakan salah satu zat yang bisa menghambat pertumbuhan tanaman. Kandungan zat tanin yang berlebihan pada cocopeat dapat dihilangkan dengan cara merendam cocopeat di dalam air bersih selama beberapa jam, aduk sampai berbusa. Lalu, buang air dan ganti dengan air bersih yang baru. Lakukan hinga busa tidak keluar lagi.

Cara Membuat Cocopeat

Anda memang tidak perlu repot mencari sabut kelapa dan memprosesnya sendiri untuk dijadikan cocopeat. Sekarang ini sudah banyak produsen yang membuat sekaligus menjual cocopeat siap guna. Bentuk yang ditawarkan berupa briket atau cocopeat blok, yaitu cocopeat yang sudah dicetak berbentuk kubus. Untuk menggunakannya, Anda cukup menambahkan air.

Hanya dengan proses yang mudah, cocopeat dapat diubah menjadi bentuk blok yang nilai ekonomisnya jauh lebih tinggi. Jadi, meskipun bisa diperoleh dengan mudah di toko pertanian maupun secara online, tidak ada salahnya jika Anda mencoba membuatnya sendiri, bukan? Siapa tahu, kemampuan ini akan membuka peluang bagi Anda untuk berbisnis cocopeat blok.

Untuk membuat cocopeat blok, Anda bisa memulai dengan mencara bahan bakunya. Tidak perlu bingung, karena diketahui bahan baku cocopeat di Indonesia masih sangat banyak. Anda bisa mendapatkannya dari para produsen cocofiber (serat sabut kelapa) yang biasanya tidak memanfaatkan serbuk cocopeat ini. Daripada dibuang, lebih baik dimanfaatkan, bukan?

Proses mencetak cocopeat ini cukup sederhana, meliputi langkah-langkah berikut:

  1. Pilih kelapa yang sudah tua, seratnya sudah matang, sehingga dapat dimanfaatkan cocofiber-nya.
  2. Lakukan proses penguraian sabut kelapa.
  3. Pisahkan antara bagian yang berupa serat sabut kelapa (cocofiber) dengan serbuk sabut kelapa (cocopeat).
  4. Pisahkan serat sabut kelapa yang berukuran pendek dari serbuk cocopeat dengan cara mengayaknya, sehingga hanya diperoleh serbuk sabut kelapa yang ukurannya benar-benar seragam.
  5. Bersihkan cocopeat dengan cara dicuci atau dibiarkan terkena air hujan untuk mengurangi kadar garam hingga sekita 2%. Setelah itu, lakukan proses pengeringan sehingga cocopeat memiliki tingkat kekeringan yang baik, yaitu kadar airnya tidak lebih dari 12%.
  6. Cetak cocopeat menjadi cocopeat blok. Ukuran yang digunakan bisa bermacam-macam, tetapi pada umumnya ukuran yang digunakan adalah 30x30x15 cm atau 30x30x20 cm dengan berat setiap blok kurang lebih 5 kg.
  7. Cocopeat siap digunakan.
  8. Jika cocopeat akan dikirim, kemas cocopeat dengan menggunakan plastik yang diikat kuat menggunakan tali sebelum dikirim.

Saat ini, terdapat berbagai merk cocopeat yang beredar di pasaran. Cocopeat blok dijual dengan harga yang relatif mahal. Selain untuk pasar dalam negeri, peluang ekspor untuk produk cocopeat juga masih sangat besar. Korea Selatan adalah negara dengan tingkat pemakaian cocopeat terbesar. Selain itu, pemasaran cocopeat ke China dan Jepang juga sangat menjanjikan.

Pasar yang masih sangat terbuka dan harga yang kompetitif adalah kombinasi yang tepat untuk memulai  bisnis cocopeat blok. Anda hanya perlu mengeluarkan investasi untuk pembelian alat utama, yaitu mesin press cocopeat dan saringan. Dengan bantuan mesin ini, cara membuat cocopeat akan menjadi lebih mudah dan cepat.

   

     

Promo Pelanggan baru