Cara Membuat Kerupuk Ikan Lele yang Enak, Renyah, dan Gurih

Kerupuk adalah makanan yang sangat familier bagi masyarakat Indonesia. Rasanya yang gurih dan renyah membuat kerupuk banyak disukai. Semakin hari, semakin banyak kreasi resep cara membuat kerupuk yang beraneka ragam, termasuk kerupuk berbahan ikan. Rasa gurih dari daging ikan membuat kerupuk ikan tak hanya cocok untuk lauk, tapi juga sebagai kudapan pelengkap acara keluarga.

Manfaat Ikan Bagi Tubuh Manusia

Siapa pun tahu, mengonsumsi ikan akan memberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Selain daging merah dan daging ayam, ikan juga merupakan salah satu sumber protein yang sangat baik. Bahkan, daging ikan jauh lebih baik dibandingkan daging lainnya karena kandungan gizi lain yang dimilikinya dan relatif aman dari kandungan zat yang berbahaya bagi tubuh. Selain itu, harganya relatif lebih murah dibanding daging lainnya.

Sayangnya, mesikipun memiliki kekayaan ikan yang melimpah, konsumsi daging ikang penduduk Indonesia masih tergolong rendah. Bahkan, konsumsi ikan orang Indonesia masih lebih rendah dibandingkan dengan Singapura dan Malaysia, yaitu hanya sekitar 38 kg/kapita/tahun.

Mengapa daging ikan sangat baik untuk dikonsumsi? Selain kandungan nutrisinya yang lengkap, lemak yang terdapat dalam semua jenis ikan adalah lemak tak jenuh, sehingga mudah dicerna oleh tubuh.

Adapun kandungan nutrisi ikan terdiri dari:

  • Protein: protein ikan sangat mudah dicerna dan mengandung berbagai asam amino lebih lengkap. Kandungan protein ikan lebih tinggi daripada daripada serealia dan kacang-kacangan, setara dengan daging, dan sedikit di bawah telur.
  • Asam lemak: merupakan asam lemak esensial yang sifatnya tidak jenuh, dan beberapa jenis ikan laut dalam mengandung asam lemak yang omega 3Vitamin
  • Vitamin: terdiri dari viamin A, D, B6, dan B12, terdapat pada daging, telur, dan minyak hati ikan.
  • Mineral: zat besi, yodium, selenium, seng, dan fluor.

Dengan kandungan nutrisinya tersebut, ikan memiliki banyak manfaat bagi tubuh, yaitu:

Mencegah Penyakit Jantung

Jika Anda ingin menghindari penyakit yang merupakan pembunuh nomor satu di dunia, rajinlah mengonsumsi ikan. Kandungan protein, vitamin, mineral, dan asam lemak omega 3 pada daging ikan dapat membantu menurunkan tekanan darah dan kadar lemak dalam darah, sehingga akan membantu menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Tak heran jika The American Heart Association menyarankan konsumsi ikan paling tidak 2 kali dalam seminggu sebagai bagian dari diet sehat. Begitu juga di negara kita, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia merekomendasikan makan ikan 2-3 kali dalam seminggu. Konsumsi ikan yang lebih banyak akan mengurangi jumlah penderita penyakit jantung. 

Penting untuk Pertumbuhan Anak-Anak

Protein pada ikan sangat mudah dicerna, sehingga baik bagi balita, yang sistem pencernaannya belum sempurna. Selain itu, protein ikan juga mengandung berbagai jenis asam amino, termasuk taurin, yang penting bagi pertumbuhan sel otak balita.

Ikan juga mengandung asam lemak omega-3 yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan sel otak anak, bahkan dipercaya dapat menyembuhkan penyakit ADHD. Kalsium, vitamin D, dan fosfor pada ikan juga penting untuk pertumbuhan tulang anak. Selain itu, vitamin dan mineral lain pada ikan tentunya sangat penting bagi proses tumbuh kembang anak.

Mengurangi Risiko Depresi

Pada orang dewasa, asam lemak omega 3 yang dikandung ikan memiliki manfaat untuk membantu mengurangi risiko depresi dan gangguan mental lainnya, seperti bipolar. Penelitian juga membuktikan, konsumsi ikan akan meningkatkan efektivitas obat antidepresan. Jadi siapa yang rajin mengonsumsi ikan, hidupnya akan terasa lebih bahagia.

Mengurangi Risiko Penyakit Alzheimer

Para ahli kesehatan percaya, orang yang memiliki volume otak lebih besar memiliki risiko yang lebih rendah terhadap penurunan kemampuan kognitif dan penyakit Alzheimer. Lalu apa kaitannya dengan konsumsi daging ikan?

Penelitian membuktikan, konsumsi ikan dengan cara dipanggang akan memperbesar volume otak dan ukuran sel otak, serta memperbanyak substansi abu-abu di pusat otak. Substansi abu-abu pada otak merupakan bagian otak yang mengandung neuron. Neuron merupakan bagian dari otak yang berfungsi untuk memproses informasi dan menyimpan memori.

Manfaat Lain

Selain manfaat di atas, masih banyak manfaat lain dari ikan, di antaranya:

  • Kandungan zat besi ikan jauh lebih mudah diserap tubuh dibandingkan sumber lain. Zat besi bermanfaat dalam pembentukan sel-sel darah merah sehingga membantu mencegah terjadinya anemia dan membantu metabolisme lemak.
  • Kandungan yodiumnya membantu mencegah terjadinya penyakit  gondok dan hambatan pertumbuhan serta kecerdasan anak.
  • Selenium pada ikan berperan dalam memperbaiki metabolisme tubuh dan merupakan antioksidan yang melindungi tubuh dari radikal bebas.
  • Mineral lainnya pada ikan berfungsi membantu kerja enzim dan hormon, menguatkan serta menyehatkan gigi, melindungi mata dari penurunan fungsi karena penuaan, dan mencegah penyakit asma pada anak.
  • Kandungan omega-3 pada ikan juga mampu menurunkan risiko diabetes tipe 1 pada anak dan dewasa.

Jenis Ikan yang Cocok untuk Dijadikan Kerupuk

Kerupuk ikan banyak digemari karena rasanya yang gurih khas ikan. Tapi, tentu tidak semua ikan cocok untuk dibuat kerupuk. Nah, apa saja ikan yang cocok untuk dijadikan bahan pembuat kerupuk?

1. Ikan Tenggiri

Ikan tenggiri dapat diolah menjadi berbagai masakan dan jajanan, seperti pempek dan siomay, dan kerupuk. Kerupuk ikan tenggiri termasuk kerupuk yang banyak penggemarnya karena rasanya yang gurih lezat, meskipun harganya relatif mahal. Jenis kerupuk ikan tenggiri ada yang berupa kuku macan, kemplang, dan silindris panjang.

2. Ikan Belida

Ikan belida merupakan ikan yang sangat dikenal oleh masyarakat Palembang, Sumatera Selatan. Selain diolah menjadi pempek, rasa ikan belida yang gurih juga cocok untuk dibuat menjadi kerupuk yang disebut kemplang. Di Kalimantan, ikan belida dibuat menjadi amplang kuku macan. Karena sulit didapat, harga kerupuk ikan belida juga cukup mahal.

3. Ikan Kakap

Ikan kakap adalah salah satu jenis ikan air asin yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Ikan ini merupakan ikan khas Kepulauan Riau dan cukup banyak dibudidayakan oleh masyarakat. Selain diolah menjadi masakan seperti gulai atau sup, ikan kakap juga bisa dibuat menjadi kerupuk.

4. Ikan Gabus

Ikan gabus terkenal akan kandungan protein dan albuminnya yang cukup tinggi. Ikan yang mudah ditemukan di Jawa dan sering disebut dengan nama ikan kutuk ini, menjadi salah satu alternatif bahan pembuatan kerupuk ikan. Beberapa daerah penghasil kerupuk ikan gabus misalnya Sumatera Selatan dan Sidoarjo.

5. Ikan Patin

Meski pindang ikan patin cukup terkenal, banyak juga orang kurang menyukai ikan ini karena sifatnya lembek jika digoreng atau dimasak. Karena itu, ikan patin pun kemudian diolah menjadi kerupuk sehingga lebih banyak orang yang bisa mengonsumsinya.

6. Ikan Payus

Bagi kebanyakan orang, nama ikan payus mungkin masih asing. Namun, ikan ini banyak dibudidayakan oleh masyarakat di sekitar hutan bakau Gunung Anyar, Surabaya. Bentuk ikan ini mirip ikan bandeng dan dagingnya cukup lezat untuk dijadikan kerupuk.

7. Ikan Lele

Ikan berkumis ini merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang populer di Indonesia. Anda bisa dengan mudah menemukan penjual pecel lele di berbagai tempat. Meskipun ikan lele memiliki banyak jenis, tapi hanya sedikit yang dapat dibudidayakan untuk dikonsumsi. Selain pecel lele, kini kerupuk ikan lele pun semakin banyak diminati.

Cara Membuat Kerupuk Ikan Lele Yang Enak, Renyah Dan Gurih

Untuk membuat kerupuk ikan lele, gunakan ikan lele yang benar-benar masih segar. Hal ini penting agar kerupuk yang dihasilkan memiliki rasa yang enak dan terjamin kualitasnya. Pilihlah ikan lele yang ukurannya cukup besar. Alasannya, karena semakin besar ukurannya, semakin mudah memisahkan daging dengan durinya.

Perbandingan antara daging ikan dan tepung sagu minimal adalah 1:1. Semakin banyak daging, semakin enak pula rasanya, tetapi biaya pembuatannya tentu juga lebih besar. Biasanya, ikan lele seberat 500 gram akan menghasilkan daging ikan kurang lebih 250 gram. Jadi, untuk ikan seberat 500 gram, diperlukan tepung sagu seberat 250 gram.

Resep kerupuk ikan lele secara lengkap bisa Anda simak di bawah ini.

Bahan Resep Kerupuk Ikan Lele

  • Ikan lele segar: 500 gr
  • Tepung sagu: 250 gr
  • Telur ayam: 2 btr
  • Bawang merah: 6 siung, haluskan
  • Bawang putih: 6 siung, haluskan
  • Gula pasir: 2 sendok makan
  • Garam: 2 sendok teh
  • Kaldu bubuk: 2 sendok teh

Cara Membuat Kerupuk Ikan Lele

  1. Ikan lele dikukus sebentar, tidak perlu sampai benar-benar matang, cukup sampai daging ikan lunak dan mudah dipisahkan dari duri-durinya.
  2. Bersihkan daging ikan lele dari durinya, lalu haluskan daging ikan dengan cara ditumbuk atau diblender.
  3. Taruh daging ikan lele yang sudah dihaluskan ke dalam wadah.
  4. Tambahkan telur, bawang merah dan bawang putih yang sudah dihaluskan, gula pasir, garam dan kaldu bubuk. Aduk hingga daging ikan lele dan bumbu-bumbu tercampur rata.
  5. Masukkan tepung sagu sedikit demi sedikit sambil terus diaduk hingga rata.
  6. Buat adonan dengan tekstur seperti adonan nugget, lembek tetapi tidak terlalu encer. Tambahkan air secukupnya jika adonan masih terasa terlalu kaku.
  7. Masukkan adonan ke dalam plastik panjang dan berdiameter kecil, misalnya plastik es mambo atau es potong. Ikat ujung plastik agar adonan tidak tumpah.
  8. Kukus adonan yang telah dibungkus dengan plastik selama kira-kira 15 sampai 20 menit.
  9. Jika adonan sudah menggumpal dan mengeras, angkat lalu dinginkan.
  10. Keluarkan adonan yang sudah mengeras dari dalam plastik pembungkusnya. Potong-potong adonan secara melintang dengan ketebalan kira-kira 1 sampai 2 milimeter, atau kira-kira seperti ketebalan kerupuk mentah pada umumnya. Jangan memotong terlalu tebal karena nantinya kerupuk menjadi keras dan sulit mengembang saat digoreng.
  11. Jemur kerupuk ikan lele mentah di bawah terik matahari sampai benar-benar kering.
  12. Kerupuk mentah yang benar-benar sudah kering siap untuk digoreng.
  13. Cara menggoreng kerupuk ikan lele tidak berbeda dengan menggoreng kerupuk pada umumnya. Panaskan minyak, lalu masukkan kerupuk lele mentah dan goreng hingga mengembang. Agar kerupuk mengembang dengan baik, gunakan minyak yang cukup banyak dan benar-benar panas ketika kerupuk dimasukkan.
  14. Setelah matang dan mengembang, angkat lalu tiriskan.
  15. Kerupuk ikan lele yang gurih siap dinikmati sebagai camilan atau sebagai lauk pelengkap.

Mengolah daging ikan menjadi kerupuk akan meningkatkan nilai ekonomis ikan. Selain untuk dikonsumsi bersama keluarga, dengan menguasai cara membuat kerupuk yang benar dan menghasilkan rasa yang enak, Anda bisa menjadikan kerupuk ikan sebagai sebuah peluang usaha yang menguntungkan.