Makanan Penambah Darah

Makanan Penambah Darah dan Informasi Penting Lainnya

Makanan penambah darah – apa tumbuh anda sering terasa lemas dan letih? Mungkin itu adalah gejala kekurangan darah. Untuk mengatasi masalah itu, bisa anda atasi dengan mengkonsumsi makanan penambah darah yang kaya zat besi. Tenang saja, karena kali ini kami akan membagikan kepada anda informasi apa saja makanan penambah darah.

Penurunan kadar sel darah merah dalam tubuh, biasanya disebabkan karena kekurangan zat besi. Dengan kurangnya zat besi, maka tubuh kita tidak memproduksi hemoglobin dengan cukup. Hemoglobin sendiri, adalah sebutan dari sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh. Itulah kenapa jika anda kekurangan zat besi, maka anda akan merasakan tubuh anda lemas dan cepat lelah.

Untuk mendapatkan haemoglobin yang cukup, anda bisa mengatasinya dengan mengkonsumsi makanan penambah darah yang mengandung banyak zat besi.

Sumber Zat Besi, Makanan Penambah Darah

Makanan Penambah Darah

Untuk zat besi sendiri, ada dua bentuk yang bisa diserap oleh tubuh dari makanan yang anda makan, yakni:

  • Non-Heme: zat besi ini terkandung dalam makanan nabati, seperti sayuran berdaun hijau, kentang, biji-bijian, buah-buahan kering seperti kismis, dan kacang-kacangan seperti kacang merah.
  • Heme: zat ini berasal dari haemoglobin dan biasanya terdapat di dalam bahan makanan hewani, diantaranya seperti daging merah, ungags, dan ikan.

Dibanding zat besi non-heme, zat besi heme lebih mudah untuk diserap tubuh, karena zat besi non-heme berasal dari sumber nabati. Apalagi jika makanan penambah darah tersebut mengandung vitamin C, maka nantinya akan lebih mudah diserap oleh tubuh, diantaranya adalah makanan seperti sayur-sayuran, buah-buahan, tomat, mangga, jeruk dan brokoli.

Oleh karena itu, anda harus secara rutin mengkonsumsi makanan penambah darah yang kaya akan zat besi. Karena akan menambah darah dan akan membuat anda kembali bugar. Berikut adalah beberapa makanan penambah darah yang dapat menambah sel darah merah dalam tubuh.

Makanan Penambah Sel Darah Merah

  • Daging merah

Daging merah yang dimaksud adalah seperti daging kambing dan daging sapi, yang merupakan sumber zat besi bentuk heme. Daging merah sendiri, adalah makanan penambah darah yang mudah untuk ditemukan. Terkandung 2,7 mg zat besi dalam 100 gram daging merah. Dengan kandugan yang dimiliki daging merah, sudah cukup untuk memenuhi 15% asupan harian yang disarankan.

  • Jeroan

Jeroan yang kaya dengan zat besi, bisa anda temui di ginjal, hati, jantung dan otak hewan. Kandungan zat besi dalam 100 gram hati sapi bahkan sampai 6,5 mg, yang sudah dapat memenuhi kebutuhan asupan harian yang disarankan sebesar 36%.

  • Daging unggas

Mengonsumsi 100 gram daging unggas, sudah dapat memenuhi 13% dari asupan harian zat besi yang disarankan, contohnya seperti daging ayam. Selain daging ayam, anda bisa juga dengan mengonsumsi daging bebek, karena golongan daging unggas.

  • Seafood

Makanan yang tergolong seafood, adalah seperti kerang dan tiram, kaya akan zat besi. Jika kamu mengonsumsi kerang 100 gram sehari, berarti kamu mendapatkan zat besi sebesar 28 mg, dan sudah memenuhi 155% dari asupan zat besi harian yang disarankan. Tetapi gizi yang dimiliki kerang tidak semuanya sama, ada yang rendah, ada juga yang tinggi.

  • Sereal

Kini sudah banyak sereal yang mengandung banyak zat besi, dengan memakan ini setiap hari nya akan menambah sel darah anda.

  • Sayuran berwarna hijau gelap

Sayuran hijau seperti brokoli dan bayam, adalah makanan yang mempunyai banyak zat besi yang baik. Tetapi disarankan, untuk memasak bayam sampai matang terlebih dulu, agar anda mendapat zat besi yang maksimal. Dengan cara dimasak, diharapkan akan membuat zat besi lebih mudah diserap oleh tubuh.

  • Kacang-kacangan, polong-polongan, biji-bijian

Anda bisa menambah sel darah merah anda, dengan mengonsumsi kacang kedelai, kacang arab, biji wijen, kacang hitam dan biji labu.

Tetapi, semua makanan diatas tidak bisa dijadikan makanan penambah darah untuk semua usia. Lalu, apa saja makanan penambah darah pada usia-usia tertentu? Berikut adalah penjelasannya:

Makanan Penambah Darah Sesuai Usia

Makanan penambah darah – kebutuhan zat besi memang berbeda pada masing-masing usia, contohnya kebutuhan pada bayi berbeda dengan yang dewasa. Berikut adalah beberapa kelompok usia dan keperluan terhadap zat besi dengan perhatian khusus.

Pada bayi

  • Untuk mencegah bayi kurang darah, anda bisa memberi ASI atau susu formula yang sudah diperkaya oleh zat besi. Disarankan untuk memberikan ASI sampai bayi berusia 12 bulan, agar perkembangan sel darah merah nya normal.
  • Disarankan untuk menghindari pemeberian susu sapi, karena bukan sumber zat besi yang baik untuk bayi, terutama dibawah satu tahun. Diusahakan juga menghindari susu kambing dan susu kedelai untuk bayi sampai dengan usia setahun.
  • Setelah menginjak usia setahun, konsumsi susu sebaiknya dikurangi, karena ditakutkan akan mengurangi porsi makanan, apalagi yang termasuk makanan yang kaya akan zat besi.
  • Sejak menginjak usia 6 bulan, bayi sudah bisa diberi makanan pendamping asi, terutama yang padat. Pada saat ini, berikan bayi makanan yang mengandung vitamin C, karena berguna untuk meningkatkan penyerapan zat besi.
  • Bayi memerlukan asupan zat besi sebesar 11 mg setiap harinya.

Balita dan anak-anak

  • Setelah menginjak usia satu tahun, maka balita sudah bisa diberi susu kambing, susu kedelai, susu sapi setiap harinya, tetapi disarankan tidak melebihi dari 200 ml. Sedangkan pada usia dua tahun, sebaiknya diberikan saja susu yang rendah lemak sebagai sumber zat besi.
  • Untuk makanan, anda bisa memberikan daging tanpa lemak, roti dan sereal karena mengandung zat besi, dan baik untuk balita.
  • Selain susu, anda juga bisa memberikan balita buah-buahan dan vitamin yang mengandung vitamin C, untuk membantu tubuh balita dalam menyerap zat besi.
  • Untuk anak-anak yang baru menginjak usia 4-8 tahun membutuhkan zat besi sekitar 10 mg, sedangkan untuk usia 9-13 tahun membutuhkan zat besi sekitar 8 mg.

Pria dan wanita dewasa

  • Sementara untuk orang dewasa, bisa memakan ikan, daging merah dan daging unggas untuk menambah sel darah merah.
  • Bisa juga dengan mengonsumsi sayuran dan buah-buahan yang kaya akan vitamin C.
  • Untuk pria dan wanita yang masih remaja, diperlukan sekitar 11 mg zat besi untuk pria, dan 15 mg zat bewsi untuk wanita.
  • Untuk pria dewasa membutuhkan zat besi sekitar 8 mg setiap harinya.
  • Sedangkan wanita dewasa, membutuhkan zat besi sekitar 18 mg setiap harinya, sampai wanita mencapai menopause, yang mana kebutuhan akan zat besi meningkat.
  • Jika dirasa masih tidak cukup akan kebutuhan zat besi, anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan suplemen makanan penambah darah atau suplemen zat besi.

Kebutuhan akan zat besi memang dapat berubah, tergantung kondisi nya. Contohnya seperti disaat sedang sakit atau sedang hamil. Maka dari itu, jalan keluar yang tepat adalah berkonsultasi dengan dokter tentang makanan apa yang tepat dengan kondisi anda.

Setelah mengetahui apa saja makanan penambah darah yang tepat, tidak lengkap jika tidak membahas fungsi dari darah kita sendiri. Apa anda sudah tahu, apa fungsi dari darah itu sendiri? Jika anda belum tahu apa fungsi dari darah itu, berikut adalah penjelasannya.

Fungsi Darah pada Manusia

Darah memang mempunyai fungsi yang penting untuk tubuh kita, banyak sekali fungsinya untuk menjaga tubuh kita. Oleh karena itu, kita harus tahu lebih dalam fungsi dari darah pada tubuh kita. Salah satu dari fungsi darah adalah mengantarkan makanan dan oksigen pada tubuh kita, jika kita kekurangan darah, maka gejala yang akan kita rasakan adalah lemas dan pucat. Kekurangan darah juga akan membuat anda lebih mudah untuk terserang penyakit.

Kurang jelas? Baiklah, berikut adalah beberapa penjelasan dari fungsi darah pada tubuh manusia.

  1. Mengedarkan sari makanan

Sudah dijelaskan tadi diatas, bahwa darah adalah cairan yang mengalir ke seluruh tubuh manusia, dan melewati alat pernafasan, melalui nadi dan terus mengalir sambil menyebarkan makanan dan oksigen yang dibawanya untuk disebarkan ke seluruh tubuh kita. Biasanya darah juga membawa beberapa vitamin, protein dan karbohidrat yang kita dapatkan dari makanan yang kita konsumsi, dengan begitu maka tubuh kita bisa mendapatkan manfaat dari makanan yang kita konsumsi.

  1. Mengangkut oksigen

Oksigen didapatkan melalui hidung kita yang dihirup dan kemudia akan diserap oksigen nya oleh paru-paru kita. Dan pada akhirnya akan masuk kedalam pembuluh darah, setelah itu akan mengalir ke seluruh tubuh anda. Proses penyebaran itu akan dibantu oleh organ jantung yang menyebarkan darah ke seluruh tubuh.

  1. Mengedarkan hormon

Tidak hanya mengedarkan makanan dan oksigen yang dibawa dari organ, tetapi darah juga membantu menyebarkan hormon. Hormon sendiri, didapatkan dari rangsangan atu stimulus yang kita dapatkan dari luar maupun dari dalam tubuh. Setelah menerima hormon, darah akan membawa hormon dan organ yang bernama kelenjar eksokrin akan mengambil hormon-hormon yang tidak bermanfaat dan akan membuangnya melalui saluran khusus.

Biasanya hormon yang dibuang berasal dari hasil sekresi, setelah membuang hormon-hormon yang tidak bermanfaat, darah akan meneruskan hormon-hormon yang bermanfaat kedalam saluran biasa, berarti tidak akan melalui saluran kelenjar eksokrin lagi.

  1. Membawa sisa oksidasi sel tubuh

Fungsi darah selain membawa makanan dan oksigen kedalam tubuh, juga membawa sisa-sisa zat yang tidak berguna keluar dari tubuh. Hal ini dapat anda lihat dari proses pernafasan, anda bernafas dan paru-paru menyaring oksigen dan akhirnya akan dibawa oleh darah, setelah darah sudah mengantarkan ke seluruh tubuh, maka darah akan mengangkut karbondioksida dari jantung untuk dikeluarkan kembali lewat paru-paru, dan dikeluarkan lewat hembusan nafas kita.

  1. Menyerang kuman atau bakteri yang masuk dalam tubuh

Darah selain berfungsi sebagai pengangkut, juga dapat menjadi pertahanan tubuh atau disebut dengan metabolisme. Sel darah terbagi menjadi 2, yaitu sel darah merah dan sel darah putih, sel itulah yang akan menyerang kuman atau bakteri yang masuk atau dianggap berbahaya pada tubuh manusia. Jika sel darah itu berhasil menyerang dan membunuh kuman atau bakteri tersebut, maka kita tidak akan terserang penyakit. Begitu juga sebaliknya, jika sel darah tidak sanggup melawan, maka kita akan terserang penyakit.

  1. Menyembuhkan luka

Diatas sudah disebutkan bahwa sel darah terbagi menjadi dua, bagian darah yang disebut trombosit akan menjadi bagian yang berfungsi untuk menyembuhkan luka yang berada pada kulit ari kita. Tromobosit disini berfungsi dengan cara mengeluarkan zatnya dan bergabung dengan vitamin K, dan saat itu akan membentuk sebuah jaring darah, agar darah menjadi beku dan akhirnya menutup luka.

Itulah mengapa kulit kita yang terluka bisa sembuh kembali, itu berkat dari bagian darah tersebut. Jika bagian darah atau trombosit ini berkurang dalam sel darah, maka yang akan terjadi adalah luka tersebut akan sulit untuk diobati dan tidak cepat sembuh.

  1. Mengangkut karbondioksida

Seperti yang sudah disebutkan diatas, bahwa darah mengangkut oksigen dari paru-paru. Tetapi selain itu, darah juga mengangkut oksigen yang sudah terpakai atau karbondioksida dari jantung ke luar tubuh manusia melalui paru-paru, setelah itu maka kita akan menghembuskan nya keluar dari tubuh.

  1. Membuang zat-zat sisa ke ginjal dan kulit

Zat-zat yang diangkut oleh darah ke seluruh tubuh, tidak semuanya berguna, tetapi juga ada yang tidak berguna. Contohnya adalah pada proses ekskresi, dimana di proses ini darah akan memisahkan zat yang berguna untuk tubuh dan zat yang tidak berguna. Jika zat tersebut tidak berguna untuk tubuh, maka zat tersebut akan dialirkan dan pada akhirnya akan dibuang ke sistem ekresi atau pembuangan, seperti dalam ginjal dan juga kulit.

  1. Sebagai pengatur suhu

Hasil dalam proses oksidasi darah akan menghasilakan panas untuk tubuh, jika proses oksidasi itu baik maka akan berdampak baik juga pada tubuh. Sebaliknya, jika proses oksidasi tidak baik maka tubuh akan mengalami kedinginan atau kurangnya suhu.

  1. Memendam bibit penyakit

Kepingan-kepingan pada darah berfungsi untuk memendam bibit penyakit yang berada pada tubuh, sehingga bibit penyakit itu tidak menyebar dan menyebabkan kita terserang penyakit. Tetapi bukan hanya memendam, kepingan-kepingan ini juga akan mematikan bibit penyakit yang ada, sehingga nantinya anda tidak akan terserang penyakit dan sehat selalu.

Selain fungsi-fungsi yang sudah dijelaskan diatas, fungsi dari darah juga bisa dikategorikan. Berikut adalah kategorinya:

Fungsi Darah Berdasarkan Kategorinya

  • Transportasi – darah berfungsi sebagai transportasi atau pengangkut apa saja yang masuk kedalam tubuh, termasuk oksigen dan makanan.
  • Homeostasis – adalah fungsi darah sebagai pemelihara dan penjaga tubuh, disaat tubuh terserang kuman atau bakteri, maka darah akan segera menyerang bakteri atau kuman tersebut, sehingga tidak menimbulkan penyakit. Maka dari itu kita harus menjaga aliran darah kita tetap lancar, diantaranya adalah dengan melakukan kegiatan olahraga, makan makanan sehat dan lainnya.
  • Kekebalan darah – ternyata fungsi darah juga termasuk untuk kekebalan darah itu sendiri, maksudnya adalah kepingan kepingan darah akan membantu untuk menjaga darah agar tetap stabil.

Nah, bagaimana? Apa anda sudah mengerti sekarang, apa itu fungsi darah? Memang, darah mempunyai fungsi paling vital dalam tubuh manusia. Tanpa adanya darah maka kita tidak bisa hidup, karena tidak ada yang mengantar oksigen dan makanan keseluruh tubuh kita.

Menurut penulis sendiri, kita harus bisa menjaga darah kita tetap stabil dan sehat, karena jika kita bisa menjaga kesehatan darah atau menjaga darah tidak berkurang, maka kita juga akan menjaga tubuh kita tetap sehat dan tidak gampang terserang penyakit.

Demikian artikel makanan penambah darah, semoga dapat membantu anda mencari informasi yang dapat berguna dan bermanfaat untuk anda dan orang sekitar. Sekian dan terima kasih telah membaca!

   

Hubungi Kami

     

Promo Pelanggan baru