Mesin Laminating

Mesin Laminating

Mesin Laminating Ramesia Mesin

Mesin Laminating, Mesin Laminating Murah.

Dokumen-dokumen berharga seringkali dilindungi agar tidak rusak atau berdebu. Salah satu caranya adalah dengan melaminating. Yakni, melapisi dokumen dengan plastik menggunakan alat khusus. Selain itu, alasan kerapian dan membuat dokumen tampak lebih bagus juga menjadi pertimbangan seseorang untuk melakukan laminasi pada dokumen-dokumennya. Sebut saja KTP, Ijazah, Sertifikat dan surat-surat berharga lainnya. Sebuah mesin laminating dapat membantu melindungi dokumen-dokumen tersebut dari kerusakan akibat terkena air, debu, kotoran, bahkan menghindari dokumen terlipat atau mungkin sobek.Mesin-Laminating-SH-320

Cara penggunaan mesin laminating :

  • Tekan tombol on/off untuk menghidupkan mesin. Jika telah menekan tombol on/off namun mesin tampak tidak berfungsi, coba periksa tombol siaga yang fungsi nya untuk membuat mesin dalam keadaan stand by/hibernasi.
  • Untuk mulai menggunakannya, tunggu sekitar 10 menit sampai mesin panas. Biasanya terdapat lampu indikator yang menjadi petunjuk saat mesin sudah panas dan siap digunakan.
  • Pilih kecepatan mesin laminating dengan menyesuaikan kertas yang dipakai. Untuk kertas-kertas yang tebal seperti karton gunakan pengaturan laminating yang lebih lambat dibandingkan kertas tipis seperti kertas HVS.
  • Lapisi kertas atau dokumen dengan plastik pelapis khusus untuk laminasi. Untuk menghindari plastik laminasi lengket pada mesin laminating, sebaiknya lapisi lagi permukaan atas plastik laminating dengan kertas HVS..
  • Tempatkan kertas atau dokumen yang ingin laminasi di mesin, kemudian tekan tombol ‘run’.

Cara perawatan mesin laminating :

Merawat dengan Menggunakan Secara Benar

Mesin laminating sangat berguna untuk membuat dokumen penting yang kita miliki menjadi lebih awet dan terlihat rapi. Hampir semua dokumen penting baik membutuhkan proses laminasi untuk menjaganya dari kerusakan.

Sebelum membahas mengenai perawatan mesin laminating, Anda perlu mengetahui dulu cara penggunaannya. Jika salah pakai, bisa jadi alat yang baru Anda beli dengan harga yang cukup luimayan, jadi rusak dan tidak bisa digunakan lagi.

1. Tahap Persiapan

Sebelum mesin laminating digunakan, tahap persiapan ini sangat penting dilakukan. Tujuannya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti lengket pada mesin roll atau macet, sehingga akan merusak dokumen yang Anda miliki.

Tahap persiapan yang pertama adalah Anda harus melihat kesesuaian sumber daya listrik dari mesin laminating dengan daya listrik yang ada di rumah atau tempat usaha Anda. Biasanya mesin memiliki sekitar 600 watt ketika baru dinyalakan dan akan menurun saat suhu pada pemanasnya sudah stabil.

Sebaiknya Anda tidak menggunakan kabel roll atau extension secara bersamaan dengan alat elektronik lainnya. Karena dikhawatirkan listrik di tempat usaha Anda tidak kuat atau bahkan terjadi korsleting listrik.

Langkah kedua, Anda harus mengetahui setiap fungsi panel yang ada seperti; tombol Start atau ON/OFF, tombol forward-reverse untuk mengatur pergerakan roll maju/mundur, tombol pengatur suhu, dan thermostatmeter.

Sangat penting untuk memeriksa kebersihan mesin dan memastikan mesin dalam keadaan kering. Debu yang menempel dapat ikut terbakar karena suhu yang tinggi saat pemanasan pada proses  laminating. Dan bila ada air di dalam mesin tersebut akan sangat berbahaya, karena dapat menimbulkan arus pendek.

2. Tahap Laminasi

Jika tahap persiapan sudah dilakukan, mari kita ke tahap selanjutnya yaitu melakukan laminasi. Langkah pertama adalah nyalakan mesin laminating dengan menekan tombol ON/OFF. Kemudian atur panel pengatur suhu ke tingkat yang paling tinggi.

Tunggu sekitar 5 menit sampai lampu indikator menyala, lalu atur kembali panel pengatur suhu ke tingkat suhu yang lebih rendah. Suhu ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Setelah suhu diturunkan, lampu indikator akan mati. Ini menandakan mesin pemanas mati sesaat, sampai mencapai suhu rendah yang diatur. Lampu indikator pun akan segera menyala kembali yang menandakan mesin sudah siap digunakan.

Langkah kedua, tekan tombol forward-reverse untuk menjalankan mesin roll. Atur mode maju untuk menjalankan proses laminasi, namun gunakan mode mundur untuk mengulangi proses laminasi.

Periksalah apakah mesin roll berjalan dengan baik. Lakukan uji coba laminating dengan menggunakan kertas HVS yang masih bagus. Jika kertas tersebut dapat berjalan mulus saat laminasi dilakukan, artinya tidak terjadi masalah atau kerusakan.

Mulailah melaminasi dengan memasukan berkas ke mulut mesin roll. Usahakan agar Anda menggunakan plastik  laminating yang sesuai dengan ukuran kertas atau dokumen yang akan dilaminasi.

Hindari penggunaan plastik laminasi yang dipotong karena dapat terlipat saat masuk ke mesin roll. Hal ini dapat membuat kertas terbakar karena terkena langsung oleh pemanas. Hasil laminasi pun tidak akan optimal.

Sekarang ini sudah banyak tersedia berbagai macam ukuran plastik  laminating. Baik itu ukuran A4, F4, dan bahkan seukuran ID card. Anda dapat memilih sesuai dengan kebutuhan, tanpa harus menggunakan potongan kertas manual.

Baca juga  Vacuum Vacook

Posisikan berkas dengan bagian depan pada sisi yang tertutup sedangkan bagian belakang pada sisi yang terbuka. Setelah mesin roll menarik dokumen, biarkan kertas berjalan sesuai kecepatan mesin. Kemudian Anda bisa langsung melihat hasil laminating.

Ada mesin yang menyediakan pengaturan kecepatan laminasi. Jika Anda menggunakan mesin ini, gunakanlah kecepatan tertinggi untuk kertas HVS dan kecepatan rendah untuk kertas yang tebal.

Jika ada gelembung atau bintik-bintik di tengah dokumen, artinya mesin  laminating kurang panas. Namun jika plastik nampak melar dan dokumen tersebut menjadi bergelombang, artinya mesin terlalu panas.

Penggunaan Mesin Laminating
foter.com

3. Tahap Pasca Melaminating

Setelah menggunakan mesin laminating, jangan lupa untuk mematikannya dengan memutar panel pengatur suhu ke tingkat suhu yang paling rendah (ke titik 0), kemudian menekan tombol ON/OFF. Setelah mesin dingin barulah Anda dapat mencabut kabel dari sumber daya listik.

Namun bila mesin akan digunakan kembali, seperti mesin  laminating pada fotocopy center, Anda dapat mengatur mesin ke mode stanby. Dalam keadaan ini mesin roll boleh tetap terus berjalan asalkan suhu diatur pada tingkat rendah.

Merawat dengan Menangani Kerusakan

Ada beberapa kemungkinan terjadinya kerusakan pada mesin laminating yang Anda miliki. Dengan mengetahui bentuk-bentuk kerusakan berikut ini, Anda bisa melakukan langkah antisipasi. Berikut paparan kami:

1. Kerusakan pada Mesin Pemanas

Biasanya, rusaknya mesin pada elemen pemanas akan ditandai dengan indikator atau jarum penunjuk pada thermostatmeter yang tidak bergerak. Kalau pun bergerak, biasanya mesin tidak kunjung panas. Jika elemen pemanas sudah rusak, maka Anda harus menggantinya dengan model dan tipe yang sama.

Namun kerusakan mungkin saja terjadi pada potentiometer pengatur suhu yang tidak bekerja untuk mengemudikan relay. Jika potentiometer tidak bermasalah, ada kemungkinan terjadi kerusakan pada relay sehingga pemanas pada mesin laminating tidak mendapat suplai listrik.

Jika kerusakan terjadi pada potentiometer atau pada relay, lakukan perbaikan pada mesin  laminating Anda.

2. Kerusakan pada Tombol Forward-Reverse

Kerusakan tombol forward-reverse biasanya membuat mesin roll tidak mau berjalan atau tidak berfungsinya salah satu mode. Misalnya, pada mesin roll masih bisa untuk bergerak mundur tapi tidak bisa bergerak maju.

Kerusakan lainnya adalah dimana kabel arus AC, fuse atau kotak sekring, dan bisa pada tombol start atau ON/OFF. Semua bagian mesin memerlukan pengecekan, agar saat akan digunakan mesin tetap dalam keadaan baik dan tidak mengganggu pekerjaan Anda.

Merawat dengan Melakukan Pencegahan Kerusakan

Untuk mencegah kerusakan pada mesin laminating, Anda dapat memeriksa baut-baut yang terpasang. Jika sudah agak longgar, Anda dapat mengencangkannya kembali. Terutama baut pada setelan silinder pemanas yang ada di sebelah kiri dan kanan.

Buatlah pengaturan baut pada silinder ini hingga mencapai kekencangan yang pas. Jangan memasangnya terlalu kencang, sehingga membuat silinder tidak dapat bergerak. Anda dapat melalukan uji coba melaminasi untuk mengukur apakah silinder sudah dalam keadaan baik.

Perawatan pada mesin laminating dapat juga dilakukan dengan beberapa cara, seperti di bawah ini.

1. Agar Mesin Terhindar dari Lengket

Untuk menghindari lengket pada mesin laminating, Anda dapat memasang item dalam carrier untuk mencegah keluarnya sebagian cairan dari kantong laminating.

Cairan tersebut merupakan perekat yang ada pada mesin roll yang dilebur saat proses pemanasan. Perekat tersebut akan cair ketika dipanaskan dan sangat membantu proses laminasi dokumen.

2. Agar Mesin Tidak Macet

Mesin laminating yang memiliki pengaturan tingkat kecepatan pada mesin roll biasanya sering memiliki masalah. Masalah yang sering terjadi adalah plastik tergulung saat melakukan laminasi dokumen karena roll yang tidakberjalan sebagaimana mestinya.

Hal ini akan sangat menghambat produktivitas Anda dan tentunya akan merusak dokumen penting yang tadinya hendakdilaminasi. Belum lagi sulitnya untuk memperbaiki mesin laminating.

Oleh karena itu penting halnya selalu menggunakan carrier saat melaminating. Fungsi dari carrier sendiri adalah untuk memudahkan dokumen berjalan dilaminator dan menghidarkan perekat yang terlalu berlebihan sehingga membuat roll menjadi kaku.

3. Agar hasil laminasi terlihat sempurna

Tentunya Anda harus memberikan hasil laminasi yang bagus, rapi, dan sesuai keinginan pelanggan. Hal ini bisa Anda peroleh dengan menggunakan operator laminating. Operator tersebut akan membuat hasil  laminating sesuai keinginan Anda.

Cara kerja operator laminating adalah dengan melapisi kembali dokumen yang akan dilaminasi dengan operator. Kemudian masukkan dokumen beserta operator ke dalam mesin laminating secara bersamaan. Ini akan membuat dokumen berjalan mulus saat di mesin roll, sehingga dokumen akan terlaminating dengan sangat baik.

Carrier pada mesin laminating akan memastikan dokumen tidak akan tesangkut akibat perekat yang ada dan menjadi penghambat di mesin roll. Hindari memegang langsung hasil  laminating ketika baru selesai dilaminasi.

Baca juga  Mesin Skin Blister

Selain akan membuat tangan Anda terbakar juga akan membuat tanda sidik jari pada plastik laminasi dan membuat hasil  laminating menjadi kurang bagus. Terlebih karena plastik yang masih panas akan terasa lunak dan mudah rusak.

4. Pendinginan Hasil Laminasi

Dokumen yang baru saja dilaminasi biasanya akan terasa sangat panas. Jika Anda kurang berhati-hati, maka akan menyebabkan tangan melepuh. Pada kebanyakan mesin laminating, hasil yang keluar akan terus berada di atas mesin yang memiliki suhu tinggi. Hal ini tentunya akan membuat dokumen terbakar bila tidak buru-buru diambil.

Lain halnya pada mesin laminating yang dilengkapi dengan carrier, hasil  laminating akan keluar pada bagian mesin yang tidak panas. Anda pun bisa mendiamkan terlebih dahulu dokumen di tempat tersebut.

Mesin Laminating

 

Mengatasi Mesin Laminating yang Sudah Membelit Plastik Laminating

Mesin roll dapat rusak dan tidak mau bergerak untuk menjalankan dokumen di atas mesin laminating. Ketika sudah macet, dokumen akan berhenti dan mesin pemanas akan terus menerus memanaskan bagian dokumen yang terhenti.

Untuk mengatasi plastik yang sudah menempel pada mesin roll membutuhkan kesabaran dan ketelitian. Anda pun harus hati-hati karena mesin masih dalam keadaan sangat panas. Jangan sampai tangan Anda melepuh akibat mengenai bagian yang panas tersebut.

Panasnya mesin laminating dapat membuat plastik laminasi terbakar. Hal ini dapat membuat plastik meleleh, sehingga dokumen terlilit pada bagian mesin roll. Bagaimana jika mesin macet dan terlanjur menjadi lengket?

Ada beberapa cara untuk mengatasi mesin macet dan melilit plastik laminating.

  1. Anda harus memotong dokumen yang belum terlaminasi tepat pada bagian sebelum dokumen dengan plastik yang meleleh. Hal ini dapat mencegah terjadinya lilitan dan lelehan yang lebih parah.
  2. Pastikan mesin laminating masih dalam keadaan hidup, sehingga akan memudahkan Anda untuk mengambil sisa plastik yang masih menempel pada mesin roll.
  3. Ambil plastik yang meleleh di mesin roll sebanyak mungkin yang Anda bisa, gunakan alat yang tahan panas, misalnya menggunakan spatula. Jangan menggunakan benda-benda tajam seperti gunting, pisau, cutter, atau semacamnya karena akan merusak roll.
  4. Setelah itu matikan mesin laminating (jangan dulu mencabut kabel power supply).
  5. Selagi mesin masih dalam keadaan hangat, bersihkan mesin roll dengan cara menggosoknya sampai tidak ada lagi yang menempel pada roll. Langkah ini memang membutuhkan kesabaran. Anda juga harus teliti karena plastik mungkin masih ada yang menempel. Jika Anda kurang teliti membersihkannya, ada kemungkinan plastik yang masih menempel akan terbakar kembali di proses  laminating selanjutnya.Hal ini akan membuat plastik  laminating akan terbakar dan meleleh kembali.
  6. Pastikan kembali sudah tidak ada plastik yang menempel pada roll dengan cara memutar mesin roll secara manual. Jika sudah tidak macet, artinya mesin roll sudah bersih.
  7. Bersihkan juga roll silikon dan roll karet dari sisa plastik yang menempel di sana.
  8. Setelah semua bersih, maka mesin laminating bisa digunakan kembali.

Ikutilah tahap-tahap perawatan mesin laminating di atas. Dengan demikian, mesin Anda akan lebih awet dan berfungsi optimal.

Ramesia Mesin menyediakan mesin laminasi dokumen dengan kualitas tinggi dan harga yang bersaing. Ukuran mesin laminasi dokumen sendiri terdiri dari 3 ukuran. Yaitu ukuran kecil untuk melaminasi kertas sebesar ID Card atau KTP, ukuran sedang sebesar kertas A3, serta ukuran besar yang dapat melaminasi kertas yang besarnya hingga 450 cm. Anda dapat memilih ukuran mesin laminating yang sesuai dengan kebutuhan. Sementara itu, mesin laminating dari berbagai ukuran memiliki dua pilihan jenis pemanas. Yang pertama, system Hot Shoe (Tube) dan yang kedua adalah Mica Heating. Perbedaan dari keduanya terletak pada kecepatan pemanasannya. Hot Shoe proses pemanasannya lebih cepat dari Mica Heating, namun Mica Heating panasnya lebih stabil.

Apapun pilihan mesin laminating anda, memiliki sendiri mesin laminasi dokumen di kantor atau rumah anda adalah pilihan tepat untuk mengefektifkan waktu dan melindungi dokumen anda. Segera hubungi marketing Ramesia Mesin untuk informasi lebih jelas mengenai mesin laminating.

MESIN LAMINATING RAMESIA

Berikut ini spesifikasi mesin laminating dari Ramesia Mesin :

 

mesin laminating ramesia series

Laminating-SH-320

Model: SH-320 Laminating Machine
Power (W): 600
Voltage (V/Hz) AC 220/50
Film Thickness (mm): < 1
Max. Film Width (mm): 320
Standby Time (min): 3-4
Dimensions (mm): 500 x 210 x 110
Weight (kg): 7.5
Harga: Rp1.025.000

more info
 Pesan Sekarang Di Ramesia Mesin  

Customer Ramesia

 

Pin It on Pinterest

Shares