Mesin Panen Kelapa Sawit

Kelapa sawit merupakan tanaman yang berasal dari Brazil. Saat ini, kelapa sawit menjadi komoditas ekspor terbesar Indonesia, yaitu mencapai 35 juta ton/tahun. Tanaman ini juga merupakan salah satu dari lima komoditas yang paling menjanjikan. Apalagi dengan mesin panen kelapa sawit, proses memanen kelapa sawit menjadi lebih mudah untuk dilakukan.

Mengenal Mesin Panen Kelapa Sawit

Kelapa sawit dapat dipanen setelah berumur 31 bulan sejak ditanam. Ciri tanaman sawit yang bisa dipanen adalah bobot tandannya lebih dari 10 kg dan terdapat 5 buah kelapa sawit yang jatuh sendiri dari tandannya. Frekuensi pemanenan biasanya adalah selama 6 hari dalam seminggu. Satu hari sisanya digunakan untuk beristirahat dan melakukan perawatan alat panen.

Langkah untuk memanen kelapa sawit adalah sebagai berikut:

  1. Pilih tandan kelapa sawit yang sudah matang.
  2. Potong daun yang menyangga buah dan tandan buah.
  3. Tandai bekas potongan tadi dengan tanggal panen sehingga pohon bisa dipantau.
  4. Bekas potongan daun kelapa sawit dikumpulkan dengan posisi menelungkup agar tidak berserakan dan mencegah berkembangnya hama dan bibit penyakit.
  5. Tandan buah sawit yang terkumpul diangkut dengan gerobak menuju ke tempat pengumpulan. Selanjutnya, tandan kelapa sawit tersebut diangkut ke pabrik untuk diolah lebih lanjut.

Untuk memotong pelepah daun dan tandan buah kelapa sawit, digunakan dua jenis alat, yaitu:

  1. Dodos (Chisel), yaitu alat untuk memanen kelapa sawit pada pohon yang masih rendah, dengan ketinggian maksimal 3 meter. Dodos manual memiliki pegangan panjang yang terbuat dari kayu, bambu, atau pipa, dengan mata pisau berbentuk pipih dan tajam pada ujungnya.
  2. Egrek (Sickle), yaitu alat untuk memanen kelapa sawit pada pohon yang sudah tinggi, lebih dari 3 meter. Egrek manual memiliki galah dengan panjang antara 6-12 meter dan mata pisau berbentuk sabit melengkung dengan sudut sebesar 135 derajat.

Memanen kelapa sawit secara manual memiliki kelemahan, yaitu produktivitas rendah karena membutuhkan waktu lama dengan hasil sedikit. Selain itu, penggunaan dodos maupun egrek manual memiliki risiko kecelakaan yang tinggi. Gagang yang kurang baik dan tidak ergonomis juga menyebabkan petani banyak mengeluh karena telapak tangan menjadi lecet dan panas.

Karena itulah kemudian diciptakan alat untuk memanen kelapa sawit dengan menggunakan mesin. Penggunaan mesin akan meningkatkan produktivitas panen kelapa sawit, panen menjadi lebih efektif dan efisien, dan tentunya jauh lebih aman dibandingan dengan cara manual. Mesin ini juga sudah dirancang dengan mempertimbangkan faktor kenyamanan saat digunakan.

Pada dasarnya, mesin panen kelapa sawit adalah hasil modifikasi alat panen manual. Karena itu, mesin ini pun terdiri dari dua jenis, yaitu dodos dan egrek, sebagaimana alat manual. Tentu saja, alat ini dibuat dengan perhitungan yang tepat, lebih presisi, dan mengunakan bahan yang kuat namun ringan, sehingga aman dan nyaman untuk digunakan selama berjam-jam.

Mesin panen kelapa sawit merupakan mesin 5 in 1. Artinya, satu mesin bisa digunakan untuk 5 fungsi. Jadi, selain untuk memanen sawit, mesin ini juga memiliki 4 fungsi lainnya. Caranya adalah dengan mengganti mata pisau dodos atau egrek dengan beberapa aksesoris tambahan yang dapat dipasang pada alat, yaitu:

  1. Trimmer, yaitu gear khusus yang bisa dipasang pada mesin dan digunakan untuk merapikan tanaman.
  2. Chain Saw, atau gergaji, yang berfungsi untuk memotong batang pohon. Diameter batang pohon yang bisa dipotong sesuai dengan spesifikasi yang terdapat pada alat.
  3. Brush Cutter, yaitu mesin untuk memotong rumput.
  4. Pruner Saw, yaitu mata gergaji yang dapat digunakan untuk memotong ranting. Gear case untuk pruner saw ini sama dengan gear case alat panen sawit.

Keuntungan Menggunakan Mesin Panen Kelapa Sawit

Pemakaian alat pemanen kelapa sawit mekanis ini akan lebih terasa manfaatnya kalau dioperasikan dengan baik. Jika operatornya sudah cukup mahir menggunakan alat ini, lahan yang dapat dipanen bisa cukup luas, bisa mencapai 20-25 hektar per hari.

Biasanya, untuk penggunaan mesin ini disyaratkan agar para petani membentuk kelompok. Satu kelompok terdiri dari empat orang, dengan pembagian tugas satu orang sebagi operator, satu orang mengumpulkan pelepah kelapa sawit, dan dua orang mengangkut Tandan Buah Segar (TBS) ke tempat pengumpulan buah.

Dengan menggunakan mesin panen kelapa sawit, ada banyak keuntungan yang bisa didapat, yaitu:

  1. Memanen kelapa sawit menjadi jauh lebih efektif dan efisien.
  2. Menghasilkan kelapa sawit dengan kualitas yang lebih baik.
  3. Mengurangi kebutuhan tenaga kerja.
  4. Kecepatan memanen kelapa sawit dapat meningkat hingga 5 kali lipat dibandingkan cara manual.
  5. Dapat digunakan dalam jangka waktu cukup lama, yaitu hingga 8 jam per hari.
  6. Bahan bakar yang digunakan sangat hemat, yaitu hanya membutuhkan sekitar 1,5-2 liter per hari (untuk pemakaian mesin selama 8 jam).
  7. Dilengkapi motor 2-Tak (bensin+oli).
  8. Dapat dioperasikan oleh para ibu dan remaja yang sebelumnya kesulitan menggunakan alat dodos dan egrek manual.

Spesifikasi Mesin Panen Kelapa Sawit

Mesin panen kelapa sawit memiliki spesifikasi sebagai beriku:

  • Kapasitas silinder: 22,5 cc
  • Output maksimum KW/RPM: 0,7/7.500
  • Kapasitas tangki minyak: 0,55 liter
  • Panjang galah: 2,9-4,5 meter
  • Berat total: 8,5 kilogram

Dengan panjang galah maksimal 4,5 meter, mesin ini dapat digunakan untuk memanen pohon kelapa sawit yang memiliki ketinggian 7-8 meter.

Cara Kerja Mesin Panen Kelapa Sawit

Alat pemanen kelapa sawit dirancang secara sederhana agar mudah dan aman digunakan. Secara garis besar, mesin panen kelapa sawit terdiri dari tiga bagian penting, yaitu:

  • Mesin atau motor penggerak.
  • Galah yang dapat diatur panjang-pendeknya.
  • Mata pisau (dodos atau egrek).

Adapun cara kerja mesin panen kelapa sawit adalah sebagai berikut:

  • Atur panjang galah sesuai kebutuhan, tergantung tinggi pohon yang akan dipanen.
  • Kencangkan bagian pengatur panjang galah (pole adjuster).
  • Pasang mata pisau (dodos atau egrek tergantung kebutuhan) di ujung galah. Kencangkan hingga mata pisau benar-benar terpasang dengan baik.
  • Siapkan bahan bakar berupa campuran antara bensin dengan oktan minimal 90 dan oli.
  • Tuangkan bahan bakar ke dalam tangki bahan bakar yang ada pada motor.
  • Nyalakan mesin dengan sistem tarik sampai mata pisau bergerak.
  • Mesin panen kelapa sawit siap digunakan untuk memotong pelepah dan tandan kelapa sawit.

Saat ini, lahan perkebunan kelapa sawit di Indonesia memiliki luas sekitar 11 juta hektare. Dari luas tersebut, 52% dikelola oleh pihak swasta, 7% dikelola oleh pemerintah, dan 41% dikelola oleh rakyat. Namun, produksi kelapa sawit dinilai belum optimal, khususnya dari lahan yang dikelola oleh rakyat.

Pemerintah menargetkan, perkebunan milik rakyat bisa menghasilkan kelapa sawit sebanyak 25 ton TBS (Tandan Buah Segar) per hektar. Masih diperlukan usaha keras untuk mencapai target tersebut. Karenanya, penggunaan mesin panen kelapa sawit menjadi sangat penting sebagai salah satu cara untuk membantu meningkatkan produktivitas para petani kelapa sawit.

Untuk Mendapatkan Penawaran Menarik dan Keterangan Lebih Lengkap Mengenai MESIN TERBARU KAMI, Hubungi Kami SEGERA di Line Telphone :

Cabang Jakarta : phone-icon  021.2287.4619  | whatsapp_app_store 0812.8899.9470

Cabang Depok : phone-icon  021.7720.7228  | whatsapp_app_store 0812.8886.6514

Cabang Bandung : phone-icon  022.4283.0044  | whatsapp_app_store 0812.1400.1856

Cabang Surabaya : phone-icon  031.9992.7667  | whatsapp_app_store 0812.3370.6950

Service Center & Pusat Perbaikan Mesin : 0813.8111.0325

Garansi Service 3 Tahun & Spare Part 6 Bulan.

Pelanggan Kami