Cara Cerdas dalam Memilih Bahan Pakan Itik yang Berkualitas

Membeli pakan siap pakai memang terasa praktis dan mudah untuk dilakukan. Akan tetapi bila menginginkan keuntungan yang lebih besar dari peternakan itik, maka Anda perlu mempertimbangkan untuk membuat pakan itik sendiri.

Pasalnya, pakan menduduki posisi pertama dari seluruh biaya produksi ternak. Jika membuat pakan sendiri, maka Anda bisa menekan biaya pakan yang umumnya mencapai hingga 85% dari biaya variabel produksi.

Dalam membuat pakan itik, ada beberapa hal penting yang wajib Anda perhatikan. Mulai dari mengenali bahan pakan yang berkualitas, komposisi pakan yang tepat, hingga penyimpanan pakan agar tahan lama dan mutunya tidak menurun.

pakan itik

Mengenali Komponen dari Pakan Itik

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai bahan pakan itik, sebaiknya Anda mengetahui beberpa bagian dari pakan itik. Inilah ulasan tentang bagian-bagian dari pakan itik berikut ini.

1. Bahan Baku Pakan

Ada beraneka bahan yang dapat dipilih menjadi pakan itik. Masing-masing bahan tentu memilii keunggulan tersendiri. Perlu Anda ketahui, bahwa memilih bahan pakan berkaitan erat dengan kebutuhan gizi itik yang diternakkan. Beberapa bahan pakan yang umum dipilih oleh para peternak antara lain:

  • Tepung bekicot
  • Bekicot rebus
  • Keong mas rebus
  • Tepung keong mas
  • Limbah roti
  • Tepung ikan
  • Bungkil kelapa
  • Bungkil kedelai
  • Konsentrat layer
  • Konsentrat grower (broiler)
  • Tepung kepala udang
  • Jagung
  • Bekatul
  • Nasi aking

Secara garis besar mungkin Anda melihat bahwa jenis pakan di atas serupa dengan apa yang biasa dikonsumsi oleh ayam. Hal ini memang benar. Akan tetapi meski mempunyai kesamaan, namun pakan untuk itik sebaiknya diberikan asupan serat yang lebih tinggi. Pasalnya, kebutuhan serat itik jauh lebih banyak ketimbang ayam.

Selain serat, pakan sebagai sumber energi tidak boleh mengenyampingkan kebutuhan protein. Beberapa sumber protein yang bisa dijadikan pilihan adalah kepiting kecil, cacing, ikan, keong, serta bekicot. Anda juga bisa memanfaatkan protein nabati dari kacang-kacangan hingga beberapa jenis biji-bijian.

Pastikan Anda ekstra waspada ketika menggunakan bungkil, baik yang berasal dari kedelai, kelapa, ataupun kacang. Mengingat pada bungkil kadang ditemukan adanya jamur dengan kandungan racun aflatoksin. Padahal itik sensitif akan jamur sejenis itu.

Di luar hal-hal yang telah dibahas tadi, Anda juga harus memperhatikan metode pemberian bahan pakan. Beberapa bahan bisa diberikan secara terpisah, sedangkan sebagian lainnya mesti dicampurkan.

Bukan cuma itu, kondisi bahan yang diberikan dalam kondisi matang atau mentah pun mesti Anda perhatikan. Sebagai contoh, ikan bisa saja diberikan secara mentah. Asalkan memepertimbangkan ukuran ikan yang akan diberikan. Lain halnya dengan keong ataupun bekicot. Keduanya punya lendir yang cukup banyak. Maka, opsi terbaik untuk memberikannya adalah dalam kondisi matang.

2. Konsentrat

Konsentrat merupakan kombinasi dari bahan-bahan pakan dengan kadar protein yang tinggi. Bahan semacam ini, perlu dicampurkan dengan bahan lainnya sebelum diberikan sebagai pakan itik.

Umumnya, konsentrat bisa diperoleh peternak dalam bentuk tepung dengan 2 varian. Varian pertama adalah yang diperuntukkan bagi ternak grower. Konsentrat grower punya kandungan protein antara 37 sampai 39%. Memiliki kadar mineral rendah, konsentrat ini diberikan kepada itik yang dalam masa pertumbuhan.

Varian kedua dikenal sebagai konsentrat untuk ternak petelur. Berbeda dengan konsentrat grower, kandungan protein pada varian ini lebih rendah, yakni hanya 30 sampai 33% saja. Sebaliknya, kandungan mineral dalam konsentrat ini justru lebih tinggi. Hal ini berkaitan erat dengan kebutuhan mineral, khususnya kalsium untuk pembentukkan cangkang telur.

3. Pakan Jadi

Pakan jadi tetaplah menjadi komponen yang diperlukan dalam pemberian makanan untuk ternak Anda. Sesuai dengan namanya, pakan ini tak perlu dicampur atau ditambahkan dengan bahan lain. Anda bisa langsung memberikan pakan ini kepada ternak.

Sama halnya dengan konsentrat, pakan jadi dibuat secara komersial dan telah terjamin secara kualitas. Tentu saja harganya pun relatif lebih tinggi ketimbang pakan buatan sendiri. Ada 3 bentuk pakan jadi yang beredar di pasaran, yaitu:

  • Pelet

Bentuk pakan ini adalah butiran yang dibentuk dari mesin khusus.

  • Remah (Crumble)

Pakan ini punya berbentuk butiran yang cukup halus. Bentuk pakan crumble dibuat untuk memenuhi kebutuhan makanan anakan. Biasanya, crumble diberikan untuk anakan pada ternak ayam, karena paruh yang ukurannya kecil. Sedangkan anakan itik maupun bebek punya jenis paruh melebar yang tetap bisa melahap pakan berukuran lebih besar.

  • Mash

Inilah pakan yang punya tekstur paling halus. Pakan berbentuk tepung ini dihasilkan dari campuran bahan-bahan pakan tertentu.

Mengingat harga pakan jadi ini cukup menguras biaya, maka sebaiknya hanya menggunakan makanan ini pada fase awal pertumbuhan itik. Anda bisa berhenti asupan pakan jadi pada usia 2 atau 3 minggu.

4. Suplemen Pakan

Agar pertumbuhan dan perkembangan ternak optimal, Anda perlu mempertimbangkan penggunaan suplemen khusus. Suplemen berupa vitamin juga mineral yang kerap disebut premix ini biasanya dijual sesuai dengan kebutuhan gizi dari ternak.

Salah satu asupan nutrisi tambahan yang dibutuhkan itik biasanya adalah kalsium. Suplemen berupa kalsium ini dapat diberikan secara rutin. Jangan lupa untuk memperhatikan panduan pemakaian suplemen yang biasanya dicantumkan pada label kemasan premix.

Faktor Penting dalam Memilih Bahan Pakan Itik

Anda kini sudah mengetahui apa saja yang termasuk ke dalam bagian-bagian dari pakan itik. Selanjutnya, mari membahas faktor apa saja yang perlu diperhatikan dalam memilih bahan pakan untuk ternak itik Anda.

1. Mudah Didapat

Bahan pakan yang ideal semestinya mudah untuk Anda peroleh. Sebaiknya, bahan pakan tersebut bisa didapatkan dari lingkungan sekitar peternakan Anda.

2. Mencukupi

Kebutuhan pakan ternak harian hingga bulanan mesti diperhitungkan secara saksama. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui berapa banyak bahan pakan yang diperlukan. Anda juga bisa sekaligus mempertimbangkan apakah bahan tersebut bisa mencukupi kebutuhan rutin makanan ternak.

3. Biaya Sepadan

Alasan utama mengapa membuat pakan sendiri adalah untuk menekan biaya produksi Anda. Untuk itu, pastikan Anda berhitung terlebih dulu perihal biaya yang dibutuhkan dalam proses produksi pakan ternak secara mandiri.

4. Memastikan Kualitas Bahan Pakan

Kesehatan ternak ditentukan oleh kualitas bahan pakan. Sebab itulah Anda mesti menetapkan standar baku mengenai kualitas bahan pakan yang diinginkan. Standar akan memudahkan Anda menilai kepantasan bahan pakan yang dibeli. Penilaian kualitas ini perlu dilakukan sebelum Anda mulai menyetok bahan pakan atau melakukan penyimpanan dalam jumlah banyak.

Pengujian kualitas ini dapat dilakukan melalui pemeriksaan kondisi fisik bahan. Tidak hanya warnanya, tapi juga bau dan bentuk bahan dapat menjadi patokan kualitas bahan pakan tersebut.

Selain pemeriksaan secara fisik, Anda juga perlu melakukan pengujian secara kimia. Tindakan ini berkaitan erat dengan mutu pakan ketika proses produksi berjalan. Untuk itu, Anda bisa melakukan uji lab yang biasanya dapat dilakukan dengan bantuan pihak ketiga.

Panduan Memilih Bahan Pakan Itik

Selain faktor-faktor yang penting untuk diperhatikan di atas, ada beberapa poin yang dapat memandu Anda dalam menentukan bahan pakan itik yang tepat. Berikut adalah beberapa tips jitu dalam memilih bahan pakan untuk ternak itik Anda.

1. Dedak Padi

Dedak padi kadang mengandung kapur. Untuk itu, Anda mesti cermat dalam memilih dedak padi yang tidak ada kandungan kapur dan kuantitas sekam yang sedikit. Anda juga bisa mengetahui kualitas dedak padi dari aromanya. Dedak padi yang bermutu tidak akan berbau.

2. Jagung

Dalam memilih bahan pakan berupa jagung, Anda perlu melihat kadar air yang dimilikinya. Pastikan kadar air pada bahan jagung tidak lebih dari 13%. Jagung pun mesti diperiksa secara teliti, apakah bebas dari jamur atau tidak. Selain itu, butir jagung juga harus tidak berkutu dan warnanya homogen.

3. Bungkil Kacang Kedelai

Periksalah kandungan protein dari bungkil kacang kedelai yang Anda beli. Sebagaimana yang telah disinggung sebelumnya, standar kualitas yang Anda buat akan membantu untuk memeriksa apakah bungkil yang dibeli telah sesuai dengan keperluan.

4. Tepung Daging

Perhatikan kesesuaian kandungan tepung daging yang Anda beli. Jangan tertipu dan membeli tepung daging yang sudah dicampur dengan bahan lain seperti tepung bulu.

5. Tepung Ikan

Tepung ikan yang baik hanya mengandung 3 sampai maksimal 4% dari kadar garam. Selain itu, kandungan protein bahan tepung ikan yang Anda beli harus sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan.

6. Corn Gluten Meal

Untu bahan yang satu ini, Anda mesti memeriksa kandungan proteinnya. Jangan sungkan untuk melakukan kroscek dan benar-benar memeriksa standar protein untuk corn gluten meal yang Anda perlukan. Faktor lain yang tak kalah penting untuk Anda perhatikan adalah, corn gluten meal yang dibeli harus bebas dari kutu.

7. Bungkil Kelapa

Cara mengetahui kualitas bungkil kelapa yang Anda beli cukup gampang. Anda cukup mencium aroma dari bungkil kelapa yang akan dibeli. Pastikan tidak tercium bau tengik yang menandakan bahwa bungkil kelapa sudah tidak layak untuk dipakai.

8. Polar

Serupa dengan bungkil kelapa, mutu polar juga dapat dikenali dari baunya. Bau tengik bisa muncul pada bahan polar yang sudah tidak berkualitas baik. Anda pun bisa memeriksa apakah polar yang dibeli bebas dari kutu. Hati-hati, kutu jelas menandakan bahwa polar sudah tidak pantas untuk digunakan.

Selain panduan pemilihan di atas, Anda juga perlu memeriksa kesesuaian bobot bahan pakan yang Anda beli. Jangan sampai bahan pakan telah bercampur dengan material lain, sehingga beratya tidak sesuai dengan detail yang disampaikan saat melakukan pembelian.

Setelah dibeli, Anda pun perlu mengetahui spesifikasi penyimpanan dari bahan-bahan baku pakan tersebut. Pastikan kondisi penyimpanan tidak merusak bahan pakan yang telah dibeli. Dengan demikian, kualitas pakan yang Anda produksi pun bisa optimal.

Produksi pakan itik memang memerlukan proses yang cukup panjang. Bahkan bila Anda tergolong pemula, produksi pakan ini akan terasa berat.

Namun, jangan cemas. Bila dikerjakan dengan teliti dan cermat, pakan yang dihasilkan tentu akan memiliki kualitas yang baik. Belum lagi, Anda bisa menghemat biaya variabel peternakan. Dengan begitu keuntungan dari penjualan hasil ternak pun bisa lebih meningkat.

Itulah beberapa informasi yang kami rangkum seputar bahan pakan itik. Untuk menghasilkan pakan itik yang berkualitas, Anda memang membutuhkan perangkat pendukung produksi yang mumpuni, di luar pengetahuan yang juga mesti memadai. Akan tetapi, bila produk pakan itik yang dihasilkan sudah berkualitas tinggi, Anda bisa menambah pemasukan dengan menjualnya kembali.