Inilah 6 Jenis Pakan Ternak yang Bakal Menentukan Kesuksesan Usaha Ternak Anda

Sama halnya seperti pelaku bisnis lainnya, kesuksesan seorang peternak dapat dilihat dari besarnya peternakan yang dimiliki. Besar atau kecilnya peternakan diukur dari jumlah ternak, serta kuantitas dan kualitas produksi. Jika kualitas barang ditentukan oleh bahan bakunya, kualitas hasil ternak ditentukan oleh pakan ternak yang diberikan.

Mengenal Usaha Ternak

Menjalankan usaha ternak memang bukan perkara mudah. Tidak semua orang bisa dan mampu melakukannya, karena beternak tidak berhubungan dengan benda mati, melainkan dengan makhluk hidup. Seorang peternak harus membekali dirinya dengan pengetahuan, pengalaman, dan ketekunan sehingga bisa mengelola peternakannya dengan baik.

Namun, ada satu hal yang unik dalam bisnis peternakan. Tak peduli peternak berpengalaman maupun pemula, dua-duanya tidak boleh mengabaikan pentingnya pengetahuan tentang pakan ternak. Siapa pun tahu, pakan ternak memegang kunci penting dalam menentukan pertumbuhan dan perkembangan hewan ternak.

Dalam dunia peternakan, peternak sebaiknya menentukan fokus bisnisnya, apakah usaha breeding (pengembangbiakkan), fattening (penggemukan), atau peningkatan kualitas ternak. Fokus ini sangat memengaruhi jenis pakan ternak yang akan diberikan kepada hewan ternak. Untuk itu, pengetahuan akan  jenis-jenis pakan serta kandungan nutrisinya.

Pengetahuan akan nutrisi pakan ternak sangat membantu dalam mengolah ransum ternak. Pakan ternak yang baik harus mengandung nutrisi lengkap, yang terdiri dari protein, karbohidrat, lemak, air, vitamin, dan mineral. Negara kita memiliki sumber bahan pakan ternak yang sangat melimpah dan bernutrisi tinggi, misalnya dari limbah pertanian maupun limbah industri.

Bahan Pakan Ternak

Bahan pakan adalah seluruh jenis bahan yang sebagian maupun seluruhnya dapat dimakan dan dicerna oleh ternak tanpa mengganggu kesehatan ternak. Bahan pakan bisa berasal dari tanaman maupun non tanaman. Kualitas bahan pakan ternak sangat tergantung pada kandungan nutrisi dan komposisi kimianya, juga kandungan zat anti-nutrisi di dalamnya.

Seorang peternak harus bisa menyusun ransum ternak yang paling tepat, tidak hanya dari segi nutrisi, tapi juga dengan mempertimbangkan biaya. Perhatikan empat kunci penting dalam menyusun ransum ternak, yaitu bahan bakunya mudah diperoleh, bahan pakan bervariasi, disukai oleh ternak, dan harganya juga terjangkau.

Secara umum, bahan pakan ternak terbagi menjadi dua macam, yaitu bahan pakan hijauan dan bahan pakan non-hijauan. Bahan pakan hijauan bisa bersumber dari jenis rumput, legume, dan daun-daunan. Sedangkan sumber bahan pakan non hijauan bisa didapat dari biji-bijian dan sumber mineral.

Bahan pakan hijauan dapat tersedia secara alami maupun buatan. Ketersediaan secara alami artinya bahan pakan tersebut tumbuh dengan sendirinya di alam bebas, seperti di lahan perkebunan, pertaniah, dan hutan. Sementara ketersediaan secara buatan adalah dengan usaha budidaya, yaitu melalui proses penanaman dan pemeliharaan secara intensif.

Contoh sumber bahan pakan hijauan adalah tanaman legum merambat, seperti kacang sentro, kembang telang, kacang ruji, tanaman legume berprotein tinggi, seperti lamtoro, kaliandra, dan gamal. Sumber lainnya adalah rumput gajah dan jerami, meskipun jerami kurang disarankan karena merupakan bahan pakan rendah nutrisi.

Sumber pakan non-hijauan juga banyak contohnya, seperti ubi kayu dan hasil ikutannya, kulit kacang tanah, kedelai dan ikutannya, dedak padi, dedak jagung, bungkil kelapa, bungkil kacang tanah, dan onggok. Contoh lain pakan non-hijauan adalah yang berasal dari kulit buah, seperti kulit kopi dan kulit kakao.

Jenis-Jenis Pakan Ternak

Selain berdasarkan sumbernya, pakan ternak juga bisa dibedakan menjadi 6 jenis, yaitu:

1. Pakan Kasar

Yang dimaksud pakan kasar adalah pakan yang memiliki volume besar, tetapi berat jenisnya rendah. Berat jenis adalah berat pakan per satuan volume. Pakan kasar yang berasal dari bahan hijauan memiliki kandungan serat kasar kurang lebih 18%. Namun, kandungan energinya realtif rendah.

Contoh pakan kasar yang berasal dari bahan pakan hijauan adalah rumput, daun leguminous, dan jerami. Pakan hijauan dari rumput dan leguminose mengandung protein kasar sebanyak 20 % dari total bahan kering. Sedangkan sisa hasil panen seperti jerami hanya mengandung protein kasar sebesar 3-4 % saja.

Pakan hijauan memang tidak otomatis menyebabkan ternak seperti sapi dapat berproduksi sempurna. Bahkan, daun dan rumput yang berkualitas hanya dapat meningkatkan produksi sapi sampai 70% dari kemampuan seharusnya. Namun, pakan kasar tetap diperlukan karena mampu merangsang rumen dan memengaruhi kadar lemak susu.

Beberapa jenis rumput unggulan yang baik untuk digunakan sebagai bahan pakan kasar adalah rumput gajah, rumput benggala, rumput raja, rumput meksiko, dan rumput setaria. Pakan dari rumput sebaiknya diberikan dalam ukuran yang kecil agar lebih mudah diceran. Rumput dicacah terlebih dahulu dengan menggunakan mesin pencacah rumput.

2. Pakan Penguat (Konsentrat)

Pakan penguat atau konsentrat adalah pakan ternak dengan kandungan serat kasar yang rendah, yaitu di bawah 18%. Dinamakan konsentrat karena bahan pakan ini memiliki kandungan nutrisi tertentu yang sangat tinggi. Disebut bahan penguat karena diberikan bersamaan dengan bahan lainnya untuk meningkatkan kandungan gizi pakan ternak.

Ada dua jenis pakan kosentrat, yaitu konsentrat sumber protein dan konsentrat sumber energi. Sebuah bahan pakan disebut sebagai konsentrat sumber protein jika kadar proteinnya di atas 20%. Sebaliknya, jika kadar proteinnya kurang dari 20%, bahan pakan disebut sebagai konsentrat sumber energi.

Contoh bahan pakan sumber protein di antaranya adalah daun pisang, daun nangka, daun ubi jalar, lamtoro, ganggang dan bungkil, turi kaliandra, sentro, dan gamal. Sedangkan bahan pakan sumber energi misalnya adalah tanaman umbi-umbian beserta limbahnya, rumput serat kasar, dan biji-bijian.

Pakan ternak konsentrat terutama dibutuhkan pada peternakan sapi perah. Pakan konsentrat berfungsi untuk menjaga produksi susu sapi. Sapi yang mendapatkan pakan konsentrat akan mampu meningkatkan produksi susunya hingga 30% lebih tinggi dibandingkan sapi yang hanya mendapatkan pakan hijauan.

Hal tersebut disebabkan pencernaan sapi tidak mampu menampung pakan kasar dalam jumlah banyak untuk memenuhi kebutuhan energinya. Agar kebutuhan energinya tercukupi, dibutuhkan pakan konsentrat energi sebagai bahan pakan tambahan.

Pemberian pakan konsentrat pada hewan ternak tidak dilakukan sembarangan, melainkan harus memperhatikan dua hal berikut, yaitu:

  1. Pemberian pakan ternak konsentrat harus disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi hewan ternak. Sifat pakan konsentrat hanyalah sebagai pakan tambahan. Oleh karena itu, jangan diberikan secara berlebihan. Berikan dalam jumlah yang sesuai hanya untuk mencukupi kebutuhan nutrisi hewan ternak saja.
  2. Pemberian pakan ternak konsentrat harus diseimbangkan dengan jumlah produksi hewan ternak, baik susu maupun daging.

Sumber pakan konsentrat bisa berasal dari tumbuhan maupun hewan. Contoh pakan konsentrat yang berasal dari tumbuhan adalah hasil pertanian, seperti kedelai, kacang hijau, jagung, dan dari sisa industri pertanian, seperti bungkil kelapa, wijen, dan kedelai, biji palm, biji karet, ampas tahu, dedak sekam padi, dan sebagainya.

Pada umumnya, pakan ternak konsentrat dari tumbuhan memiliki kandungan energi dan protein yang tinggi, terutama yang berasal dari jagung, biji-bijian, sorghum. Kandungan nutrisi pakan konsentrat yang berasal dari tumbuhan terdiri dari protein 47%, kalsium kurang dari 1%, fosfor kurang dari 1,5 %, dan serat kasar lebih dari 2,5%.

Pakan konsentrat dari sumber hewan diberikan dalam bentuk tepung, seperti tepung daging, tulang, darah, bulu, cacing, ikan, juga berupa lemak susu dan bubuk susu skim. Ciri pakan konsentrat dari hewan adalah tinggi kandungan protein kualitas tinggi. Kandungan nutrisinya adalah protein 47%, kalsium 1%, fosfor 1,5%, dan serat kasar kurang dari 2,5%.

3. Pakan Tambahan

Sesuai namanya, pakan tambahan adalah pakan yang hanya diberikan kepada hewan ternak sebagai tambahan, bukanlah konsumsi utama hewan ternak. Meskipun relatif tidak bernutrisi atau kandungan nutrisinya sangat rendah, pakan tambahan diperlukan untuk membantu menjaga kesehatan, mencegah penyakit, atau menyembuhkan hewan ternak.

Contoh pakan tambahan di antaranya adalah antibiotik, antitoksin, obat cacing, hormon, dan sebagainya. Pemberian antibiotik bertujuan untuk memodifikasi keseimbangan bakteri yang berada dalam saluran cerna hewan ternak. Jika bakteri yang menguntungkan dan bakteri yang merugikan seimbang, produksi ternak dapat dijaga.

4. Pakan Fermentasi

Yang disebut pakan fermentasi adalah pakan yang dibuat dengan melalui proses amoniasi, atau sering juga disebut proses peragian/pemerana. Pakan fermentasi dibutuhkan untuk mengawetkan kandungan gizi pada pakan hijauan atau bahan pakan lainnya sehingga pakan bisa disimpan dalam waktu yang lama tanpa merusak kandungan nutrisinya.

Mempertahankan kandunan gizi dalam pakan ternak sangat penting. Ternak yang tercukupi kebutuhan nutrisinya akan memberikan banyak  keuntungan. Kualitas hewan ternak menjadi semakin baik, sehingga akan meningkatkan nilai jual ternak. Begitu juga dengan produk yang dihasilkan, seperti susu atau daging.

Metode fermentasi akan membuat penyediaan pakan ternak bisa dilakukan secara lebih efisien. Pakan yang sudah dibuat akan terjaga kandungan nutrisinya, sehingga mengurangi jumlah pakan yang terbuang akibat rusaknya kandungan gizi. Pakan fermentasi yang sudah jadi dan siap digunakan ditandai dengan peningkatan suhu, perubahan warna, dan sifatnya menjadi lebih lapuk atau empuk.

5. Vitamin

Sama halnya seperti pada tubuh manusia, tubuh hewan ternak pun membutuhkan beragam vitamin. Vitamin sangat penting agar pertumbuhan hewan ternak bisa berjalan opetimal, menjaga sistem tubuh hewan ternak agar berfungsi sebagaimana mestinya.

Secara garis besar, vitamin yang dibutuhkan ternak dapat dibagi dalam dua kelompok, yaitu vitamin yang  larut dalam air dan yang larut dalam lemak. Yang termasuk dalam kelompok pertama adalah vitamin B kompleks, B6, B12, C, biotin, kholin, inondol, dan niacin. Sedangkan vitamin yang larut dalam lemak adalah vitamin, A, D, E, dan K.

Meski hanya dibutuhkan dalam jumlah yang sangat kecil, kecukupan vitamin tidak boleh diabaikan. Apalagi, tidak semua bahan pakan ternak mengandung vitamin yang lengkap. Jangan sampai usaha ternak merugi hanya karena abai dalam mencukupi kebutuhan vitamin hewan ternak, sehingga menjadi lemah, sakit-sakitan, bahkan mati.

6. Mineral

Mineral terutama sangat dibutuhkan untuk hewan ternak dari jenis hewan perah. Beberapa jenis mineral yang dibutuhkan di antaranya adalah kalsium, kalium, zat besi, fosfat, natrium, magnesium, dan beberapa mineral lainnya.

Pemberian bahan pakan berupa mineral tidak selalu dibutuhkan, tergantung jenis pakan yang dikonsumsi ternak. Pada umumnya, bahan makanan ternak sudah mengandung sebagian besar mineral yang dibutuhkan Untuk memastikan kebutuhan mineral ternak tercukupi, periksalah apa saja dan seberapa besar kandungan nutrisi pada pakan ternak.

Uraian mengenai enam jenis pakan ternak di atas hanyalah sebagian dari banyak hal lain yang perlu diketahui seputar pemberian makanan kepada ternak. Jenis pakan ternak juga dibedakan berdasarkan tujuan pemberian pakan, yaitu untuk meningkatkan pertumbuhan, perkembangan, atau penggemukan.