Mengolah Pelepah Sawit Menjadi Pakan Ternak dengan 7 Langkah Mudah

Luas perkebunan kelapa sawit di Indonesia pada 2017 mencapai 11,9 juta hektar menurut data Badan Pusat Statistik (BPS). Dari angka ini, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) memprediksi Indonesia mampu menghasilkan 40 juta ton kelapa sawit per tahun mulai 2020. Produksi tinggi tentu sebanding dengan limbah yang dihasilkan termasuk pelepah sawit.

Pemanfaatan limbah sawit saat ini belum benar-benar maksimal. Padahal limbah sawit dapat dijadikan bahan pembuatan pakan ternak sangat menguntungkan bagi petani maupun peternak. Untuk menghasilkan pakan ternak dari limbah pengolahan, khususnya untuk mengolah pelepah sawit, diperlukan pengetahuan.

Sebelum membahas tentang langkah pembuatan pakan ternak dengan bahan pelepah sawit, ada baiknya Anda mengetahui apa saja limbah dari industri pengolahan sawit. Anda juga perlu tahu mengapa pelepah sawit yang dipilih sebagai alternatif rumput untuk bahan makanan ternak.

Macam-Macam Limbah Sawit

Limbah yang terhasil dari kebun dan industri pengolahan kelapa sawit telah terbukti aman untuk diolah menjadi pakan ternak, khususnya unggas dan hewan pemamah biak. Sisa pengolahan kelapa sawit yang dapat dijadikan pakan ternak antara lain daun, pelepah sawit, tandan kosong, lumpur sawit, dan bungkil kelapa sawit.

1. Tandan Kosong

Tandan kelapa sawit yang dipanen, kemudian diambil daging buah dan intinya. Proses ini menyisakan limbah berupa tandan yang sudah kosong. Tandan kosong ini merupakan limbah terbesar dari pengolahan kelapa sawit. Setelah adanya larangan membakar limbah ini, tandan kosong mulai dilirik untuk dimanfaatkan.

Tandan kosong dapat digunakan untuk membuat bahan bakar bioethanol, pupuk kompos, dan pakan ternak. Kualitas pakan ternak dari bahan ini hampir setara dengan pelepah sawit karena kandungan nutrisinya.

2. Bungkil Inti Sawit

Sisa dari pengolahan inti buah sawit yaitu bungkil. Bagian ini mempunyai kandungan konstrain berupa serat kasar yang tinggi dan rendah protein. Maka bahan ini cocok dijadikan pakan ternak setelah proses fermentasi. Selain itu, umumnya diolah menjadi pupuk kompos.

3. Daun Kelapa Sawit

Daun kelapa sawit dihasilkan dari tunas kelapa sawit yang dipanen. Daun ini juga dapat diproses menjadi makanan ternak dengan cara membuang lidinya terlebih dahulu, kemudian baru dihancurkan dan difermentasikan hingga menjadi silase.

4. Pelepah Sawit

Bagian ini dipangkas 6 bulan sekali dari tanaman kelapa sawit. Pelepah sawit merupakan bahan yang paling ideal dijadikan pakan ternak karena kandungan serat kasarnya tinggi.

5. Serat Perasan

Limbah berupa serat perasan dihasilkan dari ekstraksi minyak sawit. Kandungan gizi dari limbah ampas ini tergolong rendah. Tetapi masih bisa dibuat menjadi makanan ternak dengan mencampurkan bersama bahan organik yang lain, contohnya dedak atau bekatul.

6. Lumpur Sawit

Lumpur sawit merupakan limbah sisa pemerasan buah sawit yang dijadikan minyak sawit kasar. Pemanfaatan limbah ini sebagai bahan pakan ternak dan pupuk organik telah dilakukan sejumlah petani. Lumpur sawit yang diolah menjadi pakan dapat menggantikan dedak, namun tidak sesuai untuk unggas karena nutrisinya rendah.

Perbandingan Nutrisi Limbah Kelapa Sawit

Bahan pakan merupakan makanan yang mengandung energi dan zat gizi, serta tidak menimbulkan efek negatif bagi ternak. Bahan pakan berenergi mempunyai ciri kandungan serat kasar lebih dari 18% dan protein kasar kurang dari 20%. Pelepah sawit termasuk di dalamnya, karena mempunyai kandungan protein rendah dan serat kasar yang tinggi.

Serat  kasar merupakan bagian dari serat yang mengandung polisakarida yang disebut selulosa. Manfaat serat kasar bagi hewan ternak yaitu memperbaiki penyerapan nutrisi dan memelihara fungsi saluran pencernaan.

Jika dibandingkan dengan macam-macam limbah sawit yang lain, pelepah sawit mempunyai kandungan serat kasar tertinggi yaitu 50,94% dari berat kasarnya. Sedangkan serat perasan mengandung serat kasar sebanyak 48,10%, diikuti tandan kosong sebesar 47,93%, disusul bungkil 36,68%.

Sementara lumpur sawit menduduki urutan kelima dengan kadar 35,80%. Urutan terakhir yaitu daun sawit tanpa lidi yang memiliki kadar serat kasar 21,52% dari berat kasar.

Keunggulan Pelepah Sawit Dibandingkan Rumput

Semakin berkurangnya lahan terbuka yang menjadi tempat tumbuh rumput, menyebabkan kelangkaan bahan pakan hijauan ini. Ditambah lagi ketika musim kemarau tiba, rumput yang segar semakin susah didapatkan.

Kualitas rumput yang ada pun menurun karena kekurangan air dan nutrisi dari tanah. Apabila diberikan sebagai pakan, maka pertumbuhan dan metabolisme ternak juga ikut terganggu.

Berbeda dengan pelepah sawit. Bahan pakan ini selalu tersedia tanpa ketergantungan terhadap musim. Di samping itu, pemberian pelepah sawit dapat meningkatkan bobot hewan ternak. Pakan dari pelepah sawit lebih bernutrisi jika dicampurkan dengan bahan lain seperti jerami padi dan jerami jagung.

Cara Membuat Pakan Sapi dari Pelepah Sawit

Setelah mengetahui seluk beluk pelepah sawit beserta kandungan nutrisi dan keunggulannya, saatnya Anda mempelajari cara mengolahnya agar menjadi pakan ternak. Siapkan bahan-bahan sebagai berikut:

  • Pelepah sawit
  • Dedak, bungkil sawit, atau bekatul sebagai sumber protein.
  • Tetes tebu atau molasses. Untuk 10 liter air, campurkan tetes tebu sebanyak 1 liter.
  • Probiotik berupa suplemen organik cair seperti Starbio atau HCS, dengan ukuran 1 tutup botol untuk 3 liter air.
  • Pupuk urea, dengan penggunaan maksimal 3 hingga 5% dari keseluruhan bahan untuk pakan.
  • Air

Cara Membuat:

  • Siapkan pelepah sawit yang masih baru dipangkas dari pohonnya. Hindari pelepah yang sudah terlalu lama atau rusak.
  • Kupas pelepah sawit yang sudah dikumpulkan. Proses ini dapat dilakukan secara manual maupun menggunakan mesin pencacah yang lebih praktis dan hasilnya bagus.
  • Campurkan cacahan pelepah dengan larutan tetes tebu, dedak (bisa juga diganti dengan bekatul atau bungkil sawit)
  • Percikkan larutan urea ke dalam campuran tersebut secara merata.
  • Masukkan adonan ke dalam drum atau silo yang dapat menampung seluruhnya, kemudian padatkan.
  • Tutup rapat drum hingga tidak ada udara yang dapat masuk. Proses ini dilakukan agar terjadi fermentasi pada adonan. Simpan drum di tempat yang mempunyai suhu stabil, tidak terlalu panas atau terlalu dingin.
  • Biarkan adonan pakan ternak dari pelepah sawit di dalam drum selama 14 hingga 21 hari. Setelah melewati masa tersebut, adonan ini dapat Anda berikan kepada hewan ternak sebagai pakan dasar.

Proses fermentasi ini akan menghasilkan pelepah sawit berwarna kekuningan dengan tekstur lembut, tidak berair, dan tidak berbau, jika dibuat dengan langkah yang benar. Selain itu aromanya juga wangi dan tidak berjamur.Sebelum memberikan kepada ternak, angin-anginkan sebentar untuk menghilangkan bau asam.

Tips Memberi Makan Ternak dengan Pakan dari Pelepah Sawit

Mengganti makanan ternak dengan olahan pelepah sawit memerlukan waktu. Binatang ternak yang selalu diberi makan rumput memerlukan masa adaptasi dengan makanan baru. Oleh karena itu, berikan pakan berupa pelepah sawit sedikit demi sedikit hingga hewan ternak Anda terbiasa.

Ambil pakan dari dalam drum dengan cepat, kemudian langsung menutupnya. Dalam sehari, hanya boleh membuka drum sekali saja agar kualitasnya terjaga dan tahan lama. Makanan ternak ini dapat bertahan selama 6 hingga 12 bulan asalkan tidak sering dibuka. Bahan silase dari silo atau drum harus cepat diberikan.

Solusi Beternak Sapi Tanpa Rumput

Banyaknya limbah yang dihasilkan dari pengolahan kelapa sawit membuat usaha pemusnahan lebih berat. Manfaatkan limbah ini sebagai bahan pakan ternak yang bernutrisi, murah, dan dapat meningkatkan produktivitas peternakan.

Biaya produksi pakan dalam peternakan dapat mencapai 70% dari keseluruhan biaya operasional. Oleh karena itu, peningkatan keuntungan usaha peternakan dapat dilakukan dengan menekan biaya untuk pakan, dengan cara memilih pakan murah namun mencukupi untuk kebutuhan ternak.

Bahan pakan sapi terdiri dari hijauan dan pakan tambahan atau konsentrat. Kedua bahan ini harus dikombinasikan untuk mendapat hasil yang baik, dengan harapan kebutuhan protein hewan dapat terpenuhi.

Hijauan seperti rumput biasa dijadikan pakan pokok untuk hewan ternak. Tetapi di musim kemarau kualitas dan kuantitas rumput menurun. Kondisi ini berpengaruh terhadap susu yang dihasilkan oleh sapi. Untuk menutup kekurangan rumput, dapat digunakan limbah pertanian seperti jerami, kelobot jagung, dan pelepah sawit.

Jika selama petani ini hanya mengandalkan rumput, maka sebaiknya mulai beralih pelepah sawit sebagai sumber bahan pakan untuk ternak.

Integrasi Lahan Sawit dengan Peternakan

Peternakan tanpa gembala sudah harus dikembangkan oleh peternak modern. Ilmu peternakan ini juga harus dikuasai oleh petani kelapa sawit. Dengan menyisakan lahan untuk kandang, petani dapat memelihara sapi dengan pakan yang bersumber langsung dari lahan sawit.

Memanfaatkan limbah sebagai pakan dapat dilakukan untuk mengurangi biaya pembelian rumput atau upah pencari rumput untuk pakan sapi. Sementara itu, dari peternakan petani dapat mengambil kotoran untuk dijadikan pupuk kompos.

Pupuk kompos mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan pupuk kimia. Kompos mempunyai unsur hara yang lengkap, asam organik, serta mikro dan makro organisme yang membantu memperbaiki sifat fisik dan biologis tanah.

Pupuk organik kompos juga dapat menjaga struktur tanah, mampu menyangga kelembapan tanah, serta menjadi penyangga unsur anorganik yang diberikan. Pupuk kompos juga aman bagi tanaman meski ditaburkan dalam jumlah banyak.

Program Integrasi Sawit-Sapi Pemerintah

Target penambahan populasi sapi di Indonesia yaitu 3,2 juta ekor untuk mengimbangi konsumsi daging sebesar 720 ribu tonpada tahun 2017. Konsekuensi dari target tersebut, harus tersedia lahan dan pakan serta teknologi tepat guna yang dapat dicapai dengan baik.

Pemanfaatan limbah sawit sebagai pakan dilihat sebagai alternatif yang menarik. Luas lahan sawit di Indonesia sangat potensial untuk mendukung perkembangan populasi sapi lewat program integrasi sawit sapi.

Program ini telah mendapat payung hukum yaitu Permentan No. 105/Permentan/PD.300/8/2014 tentang Integrasi Perkebunan Kelapa Sawit dengan Usaha Budidaya Sapi Potong. Dengan demikian, perkembangan program ini mempunyai prospek yang sangat positif.

Salah satu contoh pelaku usaha yang sudah menerapkan integrasi ini yaitu PT Agro Menara Rachmat – Livestock. Mereka menempatkan sapi di perkebunan sawit PT Astra Agro Lestari, Tbk seluas 40 ribu ha diKotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah.

Koloni sapi merumput di kawasan perkebunan, selain mendapat pakan dari hasil pengolahan limbah sawit.Mereka mengakui dapat menekan biaya pembelian herbisida, perawatan, dan upah tenaga kerja hingga 30-40%.Sementara dari pembuatan pakan konsentrat dari limbah sawit, mereka dapat menghemat biaya pakan sampai 70%.

Peluang Usaha dari Pembuatan Pakan Ternak Pelepah Sawit

Jika tidak memungkinkan untuk membuka peternakan sendiri, petani dapat memanfaatkan limbah pelepah sawit untuk dijadikan pakan ternak. Selanjutnya hasil pengolahan dapat dijual. Usaha ini memungkinkan petani memperoleh peluang pendapatan selain dari penjualan hasil perkebunan kelapa sawit.

Setelah mengetahui cara pembuatan pakan ternak dari pelepah sawit serta cara pemanfaatannya, Anda dapat mempraktikkan 7 langkah di atas. Cobalah lakukan kerja sama dengan rekan peternak untuk melakukan integrasi skala kecil sebelum benar-benar menjalankan usaha ini secara total.

   

     

Promo Pelanggan baru