Manfaat dan Peluang Usaha Pupuk Kompos

mudah membuat pupuk kompos

Sampah selalu jadi masalah tersendiri bagi banyak orang, tapi ada beberapa jenis sampah yang sebenarnya masih bisa digunakan, contohnya adalah sampah organik seperti daun, kulit buah, jerami, atau sayuran busuk. Bila diolah, sampah-sampah ini bisa dijadikan pupuk kompos yang punya segudang manfaat.

Kompos adalah jenis pupuk yang berasal dari bahan-bahan organik atau sisa-sisa makhluk hidup, baik dari tumbuhan maupun hewan. Bahan organik ini lalu mengalami dekomposisi atau pembusukan dengan bantuan organisme pengurai. Karena dibuat dari bahan organik dengan proses alami, kompos sering dianggap sebagai pupuk terbaik untuk tanaman.

Keunggulan Pupuk Kompos

Saat ini ada banyak pupuk anorganik atau pupuk kimia buatan pabrik yang beredar di pasaran, para petani pun kini sudah banyak yang menggunakan pupuk kimia untuk menyuburkan tanaman. Tapi bagaimanapun juga kompos tetap memiliki kelebihan tersendiri dibandingkan pupuk anorganik. Apa saja kelebihannya? Simak pejelasannnya berikut ini.

1. Lebih Murah

Pupuk organik seperti kompos punya harga yang lebih murah, hal ini disebabkan karena kompos terbuat dari bahan-bahan yang mudah didapat dan ada banyak di sekitar kita. Tak hanya itu, kompos biasanya dibuat dari bahan yang sudah dibuang seperti sampah dan kotoran hewan, jadi biaya untuk bahan bakunya bisa dipastikan akan sangat murah.

pupuk kompos

Selain soal bahan, harga murah juga disebabkan oleh proses pembuatan pupuk yang tidak sulit dan tidak membutuhkan peralatan yang rumit seperti mesin-mesin berat. Cukup dengan alat-alat sederhana, kompos bisa dibuat dengan cara yang mudah.

2. Lebih Ramah Lingkungan

Pupuk kimia memang sangat baik bagi pertanian dan terbukti mampu meningkatkan kesuburan tanah. Tapi bila pemakaiannya berlebihan, maka hal ini akan mengganggu keseimbangan sifat kimia dalam tanah.

Berbeda dengan pupuk kimia, pupuk organik cenderung lebih ramah lingkungan. Seperti yang diketahui, pupuk organik terbuat dari bahan alami dan pembuatanya pun melalui proses yang alamiah, jadi pupuk organik jauh lebih aman digunakan untuk menyuburkan tanah dan tanaman.

3. Mengurangi Pencemaran Lingkungan

Kompos dibuat dengan memanfaatkan sampah yang sudah tak terpakai dan tidak memiliki nilai ekonomis, misalnya sampah daun dari taman, sampah rumah tangga, atau sisa-sisa makanan. Bila hanya dibuang dan dibiarkan menumpuk, sampah ini pastinya mencemari lingkungan dan mengganggu pemandangan.

Jadi, pembuatan kompos tidak hanya menguntungkan bagi para petani yang ingin menyuburkan tanah. Pembuatan kompos juga menguntungkan bagi masyarakat secara keseluruhan, karena bisa mengurangi jumlah sampah.

4. Mudah Dibuat oleh Siapa Saja

Kompos sangat mudah dibuat dan tidak membutuhkan proses yang rumit, jadi siapa saja bisa membuat jenis pupuk yang satu ini, termasuk para petani. Karena bisa membuat sendiri, maka petani juga tidak perlu mengeluarkan biaya lebih banyak untuk membeli pupuk.

mudah membuat pupuk kompos

Manfaat Pupuk Kompos untuk Pertanian

Kompos memiliki banyak manfaat di bidang pertanian. Secara garis besar, kompos punya manfaat yang sama seperti jenis pupuk lainnya, yaitu membantu kesuburan tanaman, tapi bagaimana cara kerjanya? Simak pembahasannya di bawah ini.

1. Meningkatkan Kesuburan Tanah

Sebagai media penanaman, tanah harus memiliki tingkat kesuburan yang tinggi agar tanaman bisa tumbuh dengan baik, dan pemakaian pupuk adalah salah satu cara untuk meningkatkan kesuburan tanah tersebut.

Tanah yang baik adalah tanah yang mengandung unsur organik tinggi. Pemakaian kompos sangat disarankan karena pupuk jenis ini memang berasal dari bahan-bahan organik yang dibuat dengan cara pembusukan alami. Selain itu, kompos juga bisa meningkatkan unsur hara dalam tanah yang sangat dibutuhkan oleh semua tanaman.

2. Sumber Nutrisi untuk Tanaman

Setiap tanaman pasti membutuhkan dua jenis unsur hara untuk bisa tumbuh dengan baik, yaitu hara makro dan mikro. Contoh hara makro yang sangat diperlukan tumbuhan adalah nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), magnesium (Mg), dan sulfur (S). Sedangkan contoh unsur hara mikro adalah mangan (Mn), besi (Fe), seng (Zn), dan chlor (Cl).

Baca juga  Cara Memulai Bisnis Makanan Beku yang Menggiurkan

Kompos sendiri diketahui memiliki unsur hara yang sangat lengkap, baik makro maupun mikro. Jadi kompos juga merupakan sumber nutrisi bagi tanaman karena mampu menyediakan unsur hara yang dibutuhkan.

pupuk kompos

3. Memperbaiki Tekstur Tanah

Kualitas suatu tanah tidak hanya soal unsur hara, tapi juga sifat fisik atau strukturnya. Tanah yang baik bagi tanaman adalah tanah yang gembur, yaitu tanah dengan komposisi pasir dan lempung yang seimbang, jadi tanah tidak terlalu padat dan memiliki sedikit rongga.

Tekstur tanah sangat berpengaruh pada dua hal, yaitu kemampuan tanah menyerap air dari luar dan kemampuan tanaman untuk melakukan penyerapan zat makanan lewat akarnya. Karena itulah pemakaian kompos dianggap penting karena mengandung bahan organik yang terbukti mampu memperbaiki sifat fisik tanah menjadi lebih gembur.

4. Meningkatkan Aktivitas Mikroorganisme dalam Tanah

Kompos mengandung banyak mikroorganisme karena terbuat dari bahan organik. Pemberian pupuk kompos tentunya akan menambah jumlah mikroorganisme dalam tanah sehingga kesuburan akan ikut meningkat. Mikroorganisme seperti jamur dan bakteri akan terus melakukan penguraian dan menghasilkan zat yang dibutuhkan oleh tanaman.

Bahan organik dalam kompos juga bisa jadi sumber makanan bagi cacing-cacing yang ada di dalam tanah. Seperti yang diketahui, cacing adalah hewan yang sangat penting dalam hal kesuburan lahan. Selain membantu menggemburkan tanah, cacing juga ikut menguraikan zat organik sehingga menambah unsur hara dalam tanah.

5. Menjaga Ketersediaan Air dalam Tanah

Jumlah air dalam tanah sangat bergantung pada kemampuan tanah untuk menyerap air dari permukaan dan mengalirkannya ke lapisan tanah yang lebih dalam. Kemampuan menyerap air ini bisa dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu tekstur tanah yang gembur dan kandungan zat organik yang ada di dalamnya.

Sifat fisik tanah yang gembur membuat air lebih mudah masuk ke dalam tanah untuk diresap oleh akar-akar tanaman. Sedangkan kandungan organik yang didapat dari kompos bisa meningkatkan daya ikat tanah sehingga tanah bisa menampung air lebih banyak.

pupuk kompos terbaik

Selain itu, keberadaan bahan organik dalam tanah juga akan mendorong terjadinya pelapukan yang akan menghasilkan humus. Humus sendiri berguna untuk mengikat air di dalam tanah sehingga air akan terus tersimpan dan tidak mudah menguap karena panas. Jadi ketika musim kemarau tiba, tanah pun tidak akan cepat mengering.

6. Menjaga pH Tanah

Kesuburan tanaman juga dipengaruhi oleh tingkat keasaman (pH) tanah. Tanaman diketahui lebih mudah menyerap zat makanan ketika kondisi tanah berada dalam pH netral, jadi bila tanah terlalu asam atau basa, maka tanaman pun dipastikan tidak akan tumbuh dengan baik.

Kondisi pH tidak stabil bisa disebabkan oleh beberapa faktor seperti kurangnya unsur hara dalam tanah, drainase yang kurang baik, atau terlalu banyak menggunakan pupuk kimia. Memberi pupuk organik seperti kompos bisa jadi solusi untuk membuat pH tanah menjadi lebih seimbang.

7. Mengurangi Resiko Penyakit Tanaman

Memberi kompos juga berarti memberi nutrisi pada tanaman, dan hal tersebut bisa meningkatkan daya tahan tanaman terhadap penyakit. Kompos juga terbukti dapat menekan pertumbuhan organisme patogen dalam tanah sehingga tanaman bisa berkembang lebih baik.

8. Meningkatkan Kualitas Hasil Panen

Pertumbuhan tanaman yang baik pastinya juga akan meningkatkan kualitas dari tanaman tersebut. Tanaman yang subur bisa menghasilkan buah yang lebih banyak sekaligus nilai gizi yang lebih baik.

memakai pupuk kompos

Peluang Usaha Pupuk Kompos

Saat ini sudah banyak pupuk anorganik atau pupuk buatan pabrik yang dipakai oleh petani untuk menyuburkan tanaman. Namun pemberian pupuk anorganik secara terus-menerus dipercaya bisa merusak kualitas tanah sehingga diperlukan adanya penyeimbang, yaitu pupuk organik.

Baca juga  Inilah Manfaat Abon Kepiting yang Sebaiknya Anda Pahami

Kompos yang termasuk pupuk organik sudah terbukti memiliki banyak manfaat dalam hal kesuburan tanaman, itulah mengapa para petani masih sering menggunakan kompos untuk lahan pertanian mereka. Mengingat permintaan pasar terhadap kompos terus meningkat, hal ini bisa jadi peluang bagi pelaku bisnis pupuk untuk meraup keuntungan.

Selain permintaan pasar yang cukup tinggi, bahan baku pupuk ini juga bisa didapatkan di mana-mana sehingga sangat menguntungkan bagi pebisnis pupuk. Proses pembuatan pupuk kompos juga tidak terlalu susah, bahkan bisa dilakukan dengan peralatan yang sangat sederhana sehingga tidak membutuhkan banyak biaya dalam produksinya.

Tahap Pembuatan Pupuk Kompos:

1. Pengumpulan Bahan Organik

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengumpulan bahan organik sebagai bahan utama pembuatan kompos. Bahan organik ini sangat mudah ditemukan, bisa berupa sampah daun kering, sampah rumah tangga, atau kulit buah. Yang terpenting, gunakan sampah organik yang lunak agar proses pengomposan bisa berlangsung lebih cepat.

membuat pupuk kompos sederhana

Sampah organik yang sudah dikumpulkan juga harus dibersihkan dari bahan lain seperti kaca, logam, atau sampah organik yang keras seperti potongan kayu dan bambu. Meski tergolong organik, proses pembusukan kayu dan bambu membutuhkan waktu yang lebih lama.

Sebelum masuk proses pengomposan, pastikan sampah organik yang dipakai memiliki ukuran yang tidak terlalu besar. Semakin kecil ukuran sampah maka proses pembusukan akan semakin cepat.

2. Pemberian Aktivator Kompos

Aktivator kompos adalah bahan yang membantu proses pengomposan, bisa berupa padat atau cair dan mengandung mikroorganisme pengurai. Dengan tambahan aktivator ini, maka proses dekomposisi sampah bisa berlangsung lebih cepat.

Sampah organik yang sudah terkumpul bisa langsung dicampur dengan aktivator, diaduk-aduk hingga rata, kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik. Tapi bila jumlah sampahnya sangat banyak, proses penambahan aktivator kompos bisa dilakukan secara bertahap.

Prosesnya sangat sederhana. Sampah organik dimasukkan sedikit demi sedikit ke dalam kantong plastik berukuran agar besar. Setelah dimasukkan sampai setinggi kira-kira 10 cm dari dasar kantong plastik, tambahkan aktivator kompos. Selanjutnya, masukkan kembali sampah organik. Kemudian berikan aktivator lagi, begitu seterusnya hingga semua sampah masuk ke dalam kantong.

3. Proses Inkubasi

Kantong berisi sampah organik tadi harus ditutup rapat, kemudian disimpan atau didiamkan selama sekitar 3 sampai 6 minggu.

pupuk kompos

4. Lakukan Pengamatan

Selama proses inkubasi, ada baiknya untuk mengamati perkembangan kompos yang dibuat. Pengomposan bisa dikatakan berjalan baik apabila sampah yang awalnya kering berubah menjadi lebih lunak dan tinggi tumpukan sampah dalam plastik semakin berkurang/menyusut.

5. Masa Panen Kompos

Setelah beberapa minggu, kompos bisa langsung dipanen. Ciri-ciri kompos yang siap panen adalah volume sampah menyusut hingga sekitar setengahnya, warna sampah berubah menjadi cokelat kehitam-hitaman, serta teksturnya yang sangat lunak dan mudah sekali hancur.

 

Demikianlah pembahasan mengenai pupuk kompos, baik tentang kelebihan, peluang usaha, maupun cara pembuatannya. Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan Anda.

 Pesan Sekarang Di Ramesia Mesin  

Customer Ramesia

 

Pin It on Pinterest

Shares