Meraup Untung Besar Lewat Usaha Makanan Tradisional

Usaha makanan merupakan salah satu jenis bisnis yang tidak pernah mati, karena makanan merupakan kebutuhan pokok yang akan selalu dicari oleh banyak orang. Jenis usaha ini juga tidak mengenal kedaluwarsa dan tidak akan pernah ketinggalan zaman. Sebaliknya, bisnis kuliner selalu mengikuti tren sehingga mudah diterima oleh masyarakat.

Bila berbicara tentang makanan, salah satu jenis sajian yang bisa dijadikan komoditas usaha adalah menu tradisional. Seperti yang diketahui, setiap daerah di Indonesia memiliki makanan khas dengan cita rasa yang unik. Keunikan dari makanan inilah yang bisa dijadikan peluang bisnis.

Peluang Usaha Makanan Tradisional

Dalam hal bisnis, semua jenis makanan sebenarnya memiliki potensi yang sama untuk mendatangkan keuntungan. Tapi, makanan tradisional memiliki beberapa kelebihan yang mungkin tidak dimiliki oleh jenis makanan lainnya. Kelebihan inilah yang membuat peluang bisnis makanan tradisional semakin menggiurkan. Apa saja kelebihannya?

1. Makanan Tradisional Cenderung Unik

Makanan tradisional mengacu pada makanan-makanan khas di suatu daerah di Indonesia. Makanan ini biasanya menonjolkan identitas suatu wilayah, sehingga kuliner seperti ini kadang sulit ditemukan di daerah lain. Kalaupun ada, biasanya rasa dari makanan tersebut akan sedikit berbeda dari tempat asalnya.

Keunikan yang dimaksud bisa berupa rasa, bentuk, bahan baku, bahkan dari cara makannya. Keunikan inilah yang biasanya akan memancing rasa penasaran dan mengundang orang lain untuk ikut mencicipinya.

2. Makanan Tradisional Bukan Makanan Musiman

Sama seperti fashion, dunia kuliner pun memiliki tren tersendiri di waktu-waktu tertentu. Misalnya rainbow cake yang sempat melejit beberapa tahun lalu. Walau sampai saat ini masih banyak orang yang suka dengan kue tersebut, popularitas rainbow cake saat ini sudah menurun dan mulai tergantikan oleh jenis kue lainnya.

Contoh lainnya adalah tahu bulat yang beberapa waktu lalu jadi camilan favorit banyak orang. Namun sekarang, bisnis tahu bulat juga mulai lesu dan tergusur dengan jenis makanan ringan lainnya.

Di sisi lain, makanan tradisional adalah makanan yang sudah ada sejak zaman dulu. Tapi berbeda dengan rainbow cake atau tahu bulat yang tergolong jajanan musiman, makanan tradisional justru tidak pernah ketinggalan zaman. Serunya lagi, sajian tradisional bahkan bisa beradaptasi dengan tren sekitar, sehingga tetap disukai oleh banyak orang.

Hal ini tak lepas dari inovasi para pebisnis kuliner dalam usahanya menarik minat pembeli. Sekarang semakin banyak makanan tradisional yang dikemas lebih modern. Dengan inovasi seperti ini, makanan tradisional tidak akan pernah ditinggalkan dan akan tetap dicari oleh para penikmatnya.

3. Makanan Tradisional Pasti Cocok dengan Lidah Orang Indonesia

Berbisnis makanan tradisional memiliki peluang yang sangat besar, karena jenis kuliner seperti ini sudah pasti cocok dengan selera orang Indonesia. Berbeda halnya ketika Anda akan menjual makanan-makanan dari luar negeri, mungkin hanya orang-orang tertentu saja yang akan tertarik dengan menu tersebut.

4. Makanan Tradisional Punya Penikmat Tersendiri

Penikmat makanan tradisional yang paling utama tentu saja orang-orang yang memang sudah akrab dengan makanan tersebut, atau tinggal di tempat asal sajian tersebut. Sekarang coba bayangkan bila harus merantau dan tinggal di luar kota, kerinduan dengan makanan khas dari daerah Anda pasti muncul, bukan?

Itulah kenapa bisnis makanan tradisional memiliki prospek yang sangat bagus. Karena kuliner ini bisa jadi obat rindu bagi para perantau yang ingin kembali mencicipi makanan khas daerah mereka.

Nah, dengan beberapa kelebihan di atas, sudah jelas bahwa peluang bisnis makanan tradisional punya pasar yang sangat luas. Ditambah dengan keahlian meracik makanan serta pelayanan yang memuaskan, bisnis kuliner yang Anda kelola punya potensi besar untuk bisa berkembang pesat.

Analisa Usaha Makanan Tradisional

Berbisnis dengan berjualan makanan tradisional bisa dilakukan oleh siapa saja, khususnya bagi Anda yang memang punya minat tinggi terhadap makanan khas daerah tertentu. Tapi sebelum mulai menjalankan bisnis, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan disiapkan terlebih dahulu.

1. Modal

Untuk awal usaha, ada baiknya bila jumlah modal yang dipakai tidak terlalu besar demi meminimalisasi kerugian. Modal usaha ini nantinya akan digunakan untuk membeli bahan baku makanan, perlengkapan, biaya promosi, hingga sewa tempat apabila ingin membuka outlet di lokasi tertentu.

Untuk mendapatkan modal bisa dilakukan dengan beberapa cara. Bila memungkinkan, Anda bisa menggunakan dana pribadi untuk dijadikan modal usaha. Anda juga bisa meminjam pada pihak lain atau mencari mitra kerja untuk diajak berbisnis bersama.

2. Jenis Makanan

Tentukan jenis makanan tradisional yang ingin Anda jual. Mulailah dari makanan yang proses pembuatannya benar-benar dikuasai, bisa juga memilih makanan yang sudah jadi ciri khas tempat tinggal Anda. Pemilihan jenis makanan nantinya juga akan menentukan target pasar serta cara pemasarannya.

Misalnya Anda memilih bisnis bakpia yang merupakan kue khas Jogja, maka produk bakpia akan lebih tepat dipasarkan di toko oleh-oleh. Tapi bila Anda ingin menjual makanan tradisional seperti rujak cingur khas Jawa Timur, cara pemasaran yang tepat bukan lagi menjualnya di toko oleh-oleh, melainkan dengan membuka kedai atau rumah makan.

3. Target Pasar

Anda harus memastikan bahwa produk yang dijual benar-benar akan menarik minat konsumen untuk membelinya. Agar bisnis bisa berkembang dengan baik, jangan lupa untuk menentukan target pasar yang tepat. Pemilihan target pasar ini akan menentukan banyak hal, salah satunya adalah inovasi dalam produk makanan.

Sebagai contoh, Anda akan berjualan seblak dan membidik anak muda sebagai target pasarnya. Anda bisa membuat seblak dengan tingkat kepedasan tertentu sesuai dengan tren kuliner saat ini.

4. Peralatan dan Perlengkapan

Bisnis akan berjalan dengan baik apabila didukung dengan peralatan yang lengkap. Alat yang dimaksud mencakup perlengkapan memasak sesuai dengan jenis makanannya, misalnya kompor, panci, pisau, atau pencetak makanan bila memang diperlukan.

Selain perlengkapan memasak, Anda juga harus menyiapkan peralatan yang berkaitan dengan pemasaran. Misalnya plastik kemasan, mangkuk, piring, atau gerobak makanan apabila Anda ingin berjualan di pinggir jalan.

5. Lokasi

Salah satu kunci sukses dalam bisnis kuliner adalah lokasi berjualan, jadi Anda harus jeli menentukan tempat untuk memasarkan produk makanan Anda. Lokasi strategis tentunya adalah lokasi yang ramai dan sering dilewati orang, misalnya pasar, pinggir jalan besar, atau mall. Pastikan juga Anda memilih tempat yang mudah dilihat dan ditemukan orang.

Ide Usaha Makanan Tradisional

Indonesia sangat kaya dengan jenis makanan tradisional, bahkan untuk satu kota saja, Anda bisa menemukan berbagai macam makanan khas dengan cita rasa yang unik. Jadi, Anda sebenarnya tidak perlu bingung menentukan produk jualan karena ada banyak sekali pilihan.

Tapi bila Anda masih membutuhkan ide untuk bisnis kuliner, berikut ini adalah contoh makanan-makanan tradisional yang sedang digandrungi banyak orang dan punya prospek menjanjikan.

1. Cilok

Cilok atau aci dicolok merupakan makanan khas dari Jawa Barat, khususnya Kota Bandung. Tapi, kuliner lezat yang satu ini sudah dikenal oleh masyarakat luas dan mudah ditemukan di daerah mana saja. Cilok memiliki cita rasa yang gurih, teksturnya yang lembut dan kenyal membuat camilan ini mudah disukai oleh banyak orang.

Memulai bisnis cilok tergolong cukup mudah dilakukan. Selain proses pembuatannya yang tidak terlalu rumit, cilok juga tidak membutuhkan banyak modal. Cilok merupakan makanan yang dibuat dari tepung tapioka, dan bahan ini relatif murah serta mudah didapatkan di mana saja.

2. Cireng

Cireng juga termasuk salah satu makanan khas Kota Bandung yang sudah tersebar di seluruh wilayah di Indonesia. Cireng yang terbuat dari tepung ini memiliki rasa gurih dan bertekstur sedikit kenyal, biasanya juga diisi dengan berbagai macam isian seperti daging ayam, sosis, atau keju.

Sama seperti cilok, berjualan cireng tidak membutuhkan modal besar. Jadi usaha makanan yang satu ini sangat cocok bagi Anda yang ingin berbisnis tapi memiliki modal minim.

3. Ayam Betutu

Salah satu makanan khas Bali yang terkenal adalah ayam betutu. Paduan daging ayam dengan gurihnya bumbu rempah membuat makanan ini memiliki cita rasa yang sangat lezat. Ayam betutu biasanya dimasak dengan cara dikukus dan dipanggang, namun saat ini banyak orang yang mulai berinovasi dengan membuat ayam betutu bakar.

4. Pempek

Siapa yang tak kenal dengan pempek? Hampir semua orang pasti mengenal dan menyukai hidangan khas asal Palembang tersebut. Rasa pempek cenderung gurih karena terbuat dari campuran tepung dan ikan, dan makanan ini sangat cocok dimakan dengan kuah cuko yang memiliki rasa manis dan pedas.

Bila dijadikan ladang bisnis, pempek punya potensi mendatangkan banyak keuntungan. Selain mudah dibuat, makanan tradisional ini masih sering diburu oleh banyak orang.

5. Seblak

Seblak adalah salah satu makanan berkuah yang berasal dari Bandung. Bahan utamanya adalah kerupuk yang dilunakkan dengan cara direndam. Kerupuk ini lalu diolah dengan bumbu-bumbu seperti bawang, kencur, dan cabe, sehingga menghasilkan makanan pedas yang menggugah selera.

Saat ini bisnis seblak juga semakin menjamur, bahkan di luar Kota Bandung sekalipun. Mengingat cara pembuatannya yang relatif mudah, tidak ada salahnya bila Anda mencoba bisnis kuliner yang satu ini.

6. Soto Mie

Soto termasuk jenis makanan favorit orang Indonesia, dan salah satu jenis soto yang memiliki banyak penggemar adalah soto mie dari Bogor. Seperti namanya, soto ini berisi mie yang dicampur dengan bahan-bahan lain seperti kikil, babat sapi, dan juga risoles. Soto mie bisa dimakan langsung, tapi biasanya juga akan disajikan bersama dengan nasi hangat.

7. Coto Makassar

Makanan khas asal Makassar ini memiliki tampilan yang tidak jauh berbeda dari soto pada umumnya. Tapi soal rasa, coto makassar terkenal sangat gurih karena berisi jeroan sapi yang sudah dimasak dalam waktu lama.

Berbisnis coto makassar sudah pasti menguntungkan. Sama seperti bisnis kuliner lainnya, modal yang dibutuhkan tidaklah terlalu besar. Selain itu peminat coto makassar juga lumayan banyak, jadi Anda tidak perlu khawatir kekurangan pelanggan.

8. Sate Padang

Hidangan khas Sumatera Barat ini juga jadi favorit banyak orang. Ada tiga jenis sate Padang yang harus Anda ketahui, yaitu sate padang, sate padang panjang, dan sate pariaman. Perbedaan ketiga jenis sate ini terletak pada bahan kuah, tapi semuanya sama-sama lezat karena terbuat dari daging sapi dan jeroannya.

Itulah beberapa contoh usaha makanan tradisional yang bisa dicoba. Bila Anda tertarik untuk memulai bisnis ini, lakukan perencanaan sebaik-baiknya dan kerjakan dengan sungguh-sungguh. Bila ditekuni dengan baik, bisnis apapun pasti akan memberikan hasil yang memuaskan, tak terkecuali dengan bisnis makanan tradisional.