mesin pemotong padi

Memanen Lebih Cepat, Hasil Lebih Banyak dengan Mesin Pemotong Padi

Tanaman padi merupakan salah satu hasil pertanian terbesar di Indonesia. Seiring kemajuan zaman, teknik memanen padi pun mengalami perubahan. Jika dulu para petani memanen secara tradisional menggunakan sabit atau pisau khusus (ani-ani), kini para petani modern sudah banyak beralih menggunakan mesin pemotong padi yang jauh lebih praktis.

Proses Pemanenan Padi

Bukan hanya di Indonesia, padi yang memiliki nama latin Oryza sativa juga merupakan tanaman yang sangat penting dalam peradaban manusia. Banyak yang percaya, padi berasal dari India dan Indocina. Setelah melalui proses panjang, padi akan berubah wujud menjadi beras dan kemudian menjadi nasi, yang merupakan bahan makanan pokok sebagian besar orang Indonesia.

mesin pemotong padi

Pemanenan merupakan tahap awal dari pengolahan padi menjadi beras. Untuk sampai menjadi beras, padi mengalami proses yang cukup panjang, terdiri dari:

1. Pemanenan

Panen padi dilakukan ketika padi cukup umur dan kadar kelembaban bijinya sudah mencapai 25%. Pemanenan padi bisa dilakukan secara manual dengan tangan maupun menggunakan bantuan mesin pemotong padi.

2. Penggabahan atau Perontokan Padi

Penggabahan atau perontokan padi adalah proses pemisahan bulir padi (gabah) dari batang atau merang. Penggabahan secara tradisional dilakukan dengan cara dipukul-pukul atau diinjak-injak, setelah dijemur selama seminggu. Penggabahan modern dilakukan dengan menggunakan mesin perontok padi dan bisa langsung dilakukan segera setelah padi dipanen.

3. Pengeringan Gabah

Sebelum menjalani proses berikutnya, gabah harus dikeringkan terlebih dahulu hingga kadar airnya turun menjadi sekitar 20%.

4. Penggilingan Gabah

Proses penggilingan gabah bertujuan untuk memisahkan gabah dari sekam atau kulitnya. Pada penggilingan satu tahap, gabah dipisahkan sekaligus dari sekam maupun bekatulnya, menghasilkan beras putih. Pada penggilingan dua tahap, padi dipisahkan dari sekamnya saja untuk menghasilkan beras merah, kemudian barulah dipisahkan dari bekatulnya.

Dari keempat tahap di atas, tahap pemanenan memegang peran paling penting dalam menentukan kualitas beras yang dihasilkan. Pemanenan padi bertujuan untuk memperoleh gabah yang memiliki tingkat kematangan optimal serta meminimalkan kerugian akibat kerusakan atau kehilangan hasil pertanian.

Ada dua faktor yang penting diperhatikan ketika memanen, yaitu usia tanaman padi dan cara memanen padi. Usia tanaman akan memengaruhi kualitas, sedangkan cara memanen memengaruhi kuantitas atau banyaknya gabah yang diperoleh.

mesin pemotong padi

Pada umumnya, padi dapat dipanen setelah berumur 110-115 hari sejak masa tanam. Padi yang dipanen pada usia ini akan menghasilkan gabah berkualitas bagus karena bulirnya sudah benar-benar masak. Beberapa ciri padi yang siap dipanen adalah warnanya sudah menguning, bulirnya padat berisi, dan tangkainya merunduk akibat bulir-bulir padi yang berat.

Memanen padi juga harus dilakukan dengan cara yang benar. Kesalahan dalam proses memanen dapat memperbesar kerugian pasca panen. Persentase susut hasil panen padi menjadi semakin besar. Alat dan cara memanen yang salah menyebabkan gabah banyak yang tertinggal atau dibuang karena tidak memenuhi standar atau tidak ekonomis untuk dijual.

Mengenal Mesin Pemotong Padi

Pemanenan padi dilakukan dengan proses pemotongan, baik dengan cara potong atas, tengah, atau bawah, tergantung cara perontokan yang akan dilakukan. Pemotongan padi dapat dilakukan dengan cara tradisional menggunakan alat potong padi sederhana, seperti sabit dan ani-ani, maupun dengan cara modern menggunakan mesin panen padi.

Mesin pemanen padi terdiri dari dua jenis. Ada yang berupa mesin yang lengkap, yaitu kombinasi antara mesin pemotong dan mesin perontok padi. Ada pula yang khusus berfungsi sebagai mesin pemotong tangkai padi saja. Mesin pemotong padi ini sangat cocok digunakan para petani kecil. Harganya ekonomis, tetapi memiliki fungsi yang sangat tepat guna.

mesin pemotong padi

Mesin pemotong padi adalah alat untuk memotong tangkai padi sehingga menghasilan gabah berkualitas bagus. Mesin ini merupakan inovasi penting dalam memajukan pertanian Indonesia, karena proses pemanenan bisa dilakukan dengan mudah, efektif dan efisien, menghemat waktu, tenaga, serta biaya. Kualitas gabah pun menjadi lebih baik sehingga tidak banyak terbuang.

Model dan Spesifikasi Mesin Pemotong Padi

Mesin pemotong padi memiliki model dan spesifikasi berbeda-beda, baik dalam hal kapasitas, daya, kecepatan putaran, berat, dan sebagainya, seperti berikut:

1. Model Matsumoto MBC-431F

  • Dimensi: 33,5x30x30 cm
  • Berat: 6 kg
  • Kapasitas mesin: 31 cc
  • Kapasitas tangki bahan bakar: 0,75 liter
  • Daya: 0,75 KW @7.500 RPM
  • Sistem Penghidupan: Sistem tarik (recoil)

2. Model Miura Mtech-488

  • Berat: 7 kg
  • Kapasitas mesin: 41 cc
  • Kapasitas tangki bahan bakar: 1 liter
  • Daya: 1,45 KW @7.000 RPM
  • Sistem Penghidupan: Sistem tarik (recoil)
  • Lebar pemotongan: 41,5 cm
  • Panjang pisau: 25,5 cm
  • Karburator: Float

mesin pemotong padi

Cara Kerja Mesin Pemotong Padi

Mesin pemotong padi dirancang untuk membuat proses pemanenan padi menjadi lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan memanen secara tradisional. Mesin ini bekerja dengan cara memotong tangkai padi menggunakan pisau yang terdapat pada mesin. Pisau pemotong digerakkan oleh tenaga putaran mesin.

Rata-rata, mesin pemotong berputar dengan kecepatan sekitar 7.000-7.500 RPM (putaran per menit). Kecepatan putaran ini tergantung pada tenaga operator yang menjalankan mesin, yang tentu saja akan memengaruhi kecepatan memanen. Semakin terampil operator dalam menggunakan mesin, proses pemanenan akan selesai dengan cepat. Begitu juga sebaliknya.

Bagaimanapun juga, dengan kecepatan sedemikian besar, kemampuan mesin pemotong padi untuk memanen tetap jauh lebih cepat dibandingkan dengan memotong padi secara manual dengan tangan. Jadi, untuk meningkatkan produktivitas panen, para petani sangat dianjurkan untuk menggunakan mesin ini. Semakin cepat padi dipanen, semakin baik kualitas gabahnya.

Langkah Memanen Padi dengan Mesin Pemotong Padi

Memanen padi secara tradisional membutuhkan keterampilan karena relatif sulit, juga membutuhkan waktu lama karena keterbatasan kemampuan alat potong. Namun, dengan mesin pemotong padi, proses memanen dapat dilakukan hanya dengan beberapa langkah mudah, yaitu:

  • Menyiapkan alat dan perlengkapan yang dibutuhkan, yaitu: mesin pemotong padi, mesin perontok padi, alas (bisa menggunakan terpal plastik), dan wadah untuk menampung bulir padi, seperti karung atau lainnya.
  • Menyalakan mesin pemotong padi.
  • Memotong padi dengan cara menyentuhkan pisau pada mesin ke tangkai padi yang akan dipotong.
  • Setelah terpotong secara otomatis, tangkai padi akan jatuh ke bagian tudung mesin pemotong padi.
  • Pindahkan potongan padi ke alas yang sudah disiapkan.
  • Lakukan proses tersebut hingga seluruh padi selesai dipanen.

mesin pemotong padi

Meski merupakan negara agraris dengan padi sebagai salah satu tanaman andalannya, ternyata Indonesia saat ini masih mengimpor beras. Hal ini dikarenakan kurangnya stok beras dalam negeri, yang salah satunya dipengaruhi oleh susut hasil padi yang masih cukup besar. Susut hasil bisa terjadi di semua tahapan, termasuk saat panen, yang disebut susut panen.

Susut panen dengan menggunakan alat tradisional bisa mencapai 3,5%-8,5% akibat alat yang kurang tajam atau pemanenan terlalu lama, sehingga gabah terlalu cepat rontok di tempat. Penggunaan mesin pemotong padi akan menekan persentase susut panen. Pisau yang tajam dan proses pemanenan yang cepat akan membuat gabah yang terbuang semakin sedikit.

   

Hubungi Kami

     

Promo Pelanggan baru