olahan sagu

Yuk, Kenalan dengan Beraneka Manfaat dan Olahan Sagu dari Indonesia

Beberapa waktu belakangan ini kudapan berbahan dasar sagu yang dikenal dengan sebutan cireng dan cilok menjadi makanan yang cukup populer. Keduanya bahkan sangat mudah ditemukan. Dari dijual di pinggir jalan, hingga ke kedai nongkrong kekinian. Padahal, bukan hanya kedua camilan tadi yang dibuat dari olahan sagu.

Ada beragam makanan khas Indonesia yang dibuat dari bahan sagu. Masing-masing punya keunggulan tersendiri. Belum lagi, khasiat sagu yang sangat baik untuk tubuh Anda.

Artikel ini akan membahas mengenai beragam manfaat sagu berikut variasi olahannya. Siapa tahu, bukan hanya menambah wawasan, Anda pun bakal tertarik untuk mengonsumsi dan membuat sajian berbahan sagu di rumah.

Mengenal Sagu

Sagu yang selama ini kita kenal sebagai tepung sebenarnya berasal dari pohon sagu atau Metroxylon sagu Rottb. Untuk masyarakat yang berdomisili di kawasan Maluku, Nusa Tenggara, hingga ke Papua, sagu merupakan makanan pokok.

Untuk mendapatkan tepung yang bermutu baik, maka petani sagu mesti memilih pohon sagu dengan diameter batang yang besar. Ciri tersebut menunjukkan usia pohon yang sudah tua, sehingga dapat menghasilkan sagu yang baik.

olahan sagu

Namun, tidak hanya ciri tersebut yang mesti diperhatikan. Petani juga harus memperhatikan apakah batang sagu segar dan tidak membusuk di bagian dalamnya. Barulah batang tersebut bisa diproses untuk menghasilkan tepung sagu.

Cara mengenali pohon sagu juga relatif mudah. Secara penampakan, pohon sagu mirip dengan jenis pohon palem. Dari satu pohon sagu saja, petani dapat memperoleh 150 bahkan 300 kg bahan untuk membuat tepung sagu.

Bahan baku tersebut kemudian diolah sendiri oleh para petani. Hal ini bukanlah perkara yang mudah, mengingat proses pencarian sagu sendiri membutuhkan upaya hingga menembus sungai bahkan rawa-rawa.

Pengolahan bahan baku sagu dimulai dari mengupas kulit luar dari batang sagu yang sudah dipotong-potong oleh petani. Selanjutnya, petani akan mengambil daging batang saja. Daging batang inilah yang kemudian dihaluskan sampai menjadi tepung.

Proses ini umumnya tidak dilakukan secara manual. Masyarakat memanfaatkan mesin untuk menghancurkan dan menghaluskan daging batang sagu. Seusai digiling beberapa kali dan diperoleh tepung yang halus, proses baru dapat dilanjutkan.

Tepung yang diperoleh mesti disaring. Tidak hanya sampai di situ, tepung kemudian diendapkan selama kurang lebih 24 jam. Setelah penyaringan kembali, barulah tepung sagu diperoleh. Tepung sagu yang murni ini biasanya dikemas untuk diperjualbelikan. Sebagian tepung sagu pun dapat dijual dalam bentuk batangan.

Tepung sagu murni juga bisa langsung diolah untuk menjadi makanan pokok. Salah satu yang paling terkenal adalah sajian berupa papeda dari Maluku. Sepintas, papeda tampak seperti lem karena teksturnya yang lengket dan kenyal.

Manfaat Sagu Bagi Tubuh

Tadi kita telah membahas sekilas mengenai sagu. Kini kami akan menguraikan beberapa manfaat sagu bagi tubuh Anda. Sebelum itu, sebaiknya kita ulas apa saja kandungan gizi yang dimiliki dalam 100 gram sagu sebagaimana dilansir dari fatsecret.co.id, berikut ini:

  • Total Kalori: 354 Kkal
  • Lemak: 0,05 gram
  • Protein: 0,42 gram
  • Kalium: 16 mg
  • Kalsium: 10 mg
  • Sodium: 1 mg
  • Fosfor: 13 mg
  • Zat Besi: 0,6 mg
  • Karbohidrat: 87,55 gram
  • Serat: 1 gram
  • Gula 3,25 gram
  • Vitamin B1: 0,01 mg

olahan sagu

Kadar karbohidrat sagu memang lebih tinggi ketimbang nasi putih. Di sisi lain, sagu juga punya kadar serat yang lebih tinggi dan juga lebih aman untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes. Hal ini jelas memberikan nilai tambah untuk menjadikan sagu sebagai makanan pokok di samping nasi putih.

Melihat kandungan nutrisi yang dimiliki oleh sagu, apakah manfaat dari mengonsumsi sagu untuk kesehatan tubuh? Berikut ini beberapa poin yang kami rangkumkan untuk Anda.

1. Menekan Gula Darah

Mengonsumsi sagu memiliki efek yang baik bagi tubuh, khususnya untuk penderita diabetes. Alasannya, karena sagu mampu menekan kecepatan penyebaran gula dalam darah ke seluruh jaringan tubuh. Bukan hanya itu, konsumsi sagu dapat mencegah terjadinya kristalisasi gula di dalam darah. Pembentukkan kristal tersebutlah yang kerap mengakibatkan peningkatan gula darah.

2. Menghambat Penyumbatan Aliran Darah

Tidak hanya bisa menekan laju gula darah, sagu juga dapat mencegah risiko terjadinya penyumbatan aliran darah. Peredaran darah yang lancar akan sangat memengaruhi kesehatan organ dan tubuh kita. Bila dikonsumsi secara rutin, maka bisa memperkecil risiko terkena gangguan pada pembukuh darah.

3. Mencegah Risiko Kanker Usus

Pencernaan yang tidak lancar dapat menyebabkan gangguan pada usus. Bila dibiarkan, hal ini dapat memicu terjadinya kanker usus. Risiko gangguan kesehatan tersebut dapat dicegah salah satunya dengan rutin mengonsumsi sagu. Kandungan serat sagu dapat bekerja sebagai probiotik alami dalam usus.

Seperti yang kita ketahui, serat berperan penting dalam membantu sistem pencernaan. Sedangkan probiotik dapat membantu menjaga kestabilan mikroba alami di dalam usus halus. Dengan demikian, gangguan pada sistem cerna—khususnya pada usus, dapat dicegah.

Tidak hanya itu, Anda bahkan bisa pula memanfaatkan sagu untuk mengatahi sembelit pada si kecil. Terlebih jika buah hati Anda sulit mengonsumsi sayuran atau buah-buahan. Sagu bisa menjadi salah satu opsi agar pencernaannya tidak terganggu.

olahan sagu

4. Meningkatkan Kepadatan Tulang

Kandungan kalsium yang terbilang tinggi di dalam sagu membuatya sangat baik untuk dikonsumsi oleh segala usia, khususnya anak-anak yang berada pada masa pertumbuhan. Pasalnya, kalsium pada sagu dapat meningkatkan kepadatan tulang. Sedangkan pada orang dewasa, mengonsumsi sagu secara rutin dapat meminimalisasi risiko osteoporosis.

Selain itu, fosfor di dalam sagu berperan sebagai komponen aktif yang dapat meningkatkan kualitas tulang dan gigi Anda. Terlebih untuk mereka yang sudah berusia lanjut.

5. Mencegah Kembung

Perut kembung umumnya disebabkan oleh kurang lancarnya sistem pencernaan, terutama di bagian lambung. Hal ini dapat diatasi bila Anda sering memakan sajian olahan sagu.

6. Alternatif Diet Sehat

Menjaga berat badan agar tetap ideal seringkali menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian orang. Sagu dapat menjadi opsi menarik bagi Anda untuk bisa mempertahankan rasa kenyang jauh lebih lama ketimbang nasi putih. Pola dan porsi makan pun bisa lebih diatur agar tidak melebihi kebutuhan standar tubuh Anda.

10 Makanan Khas Indonesia dari Olahan Sagu

Setelah mengetahui berbagai manfaat sagu, Anda mungkin penasaran apa saja menu olahan sagu yang bisa disantap. Untuk itu, kami telah menyiapkan beberapa menu khas nusantara yang dibuat dengan bahan sagu.

1. Papeda

Sajian berupa bubur dari olahan sagu dari Maluku dan Papua ini punya rasa yang hambar. Itulah kenapa papeda dilengkapi dengan bumbu ikan tongkol berkuah kuning. Selain menggunakan ikan tongkol, papeda juga kerap disajikan bersama ikan mubara. Bumbu kuah ikan ini dibuat dari campuran jeruk nipis, kunyit, beserta bumbu lainnya.

2. Bubur Sagu Khas Ambon

Meski sama-sama berupa bubur sagu, tapi olahan sagu khas Ambon ini punya rasa yang manis. Alih-alih menjadi lauk atau makanan pokok, bubur sagu khas Ambon justru menjadi kudapan bagi masyarakat lokal. Bahkan tak sedikit yang menjadikan bubur sagu ini sebagai hidangan di jelang berbuka puasa.

3. Rangi

Inilah camilan khas dari Jakarta. Meski sajian ini termasuk panganan khas Betawi, akan tetapi kini Anda bisa menemukan kue rangi pada pasar-pasar tradisional di sekitar jakarta.

Kue rangi dibuat dengan cetakan serupa kue pancong. Setelah matang, kue rangi akan diberikan parutan kelapa di atasnya, lengkap dengan saus yang dibuat dari gula merah yang dilarutkan dengan tepung kanji.

Sebagai varian, saus gula merah ini terkadang diberikan irisan nangka hingga durian. Tujuannya tak lain untuk menambah cita rasa dan keharuman kue, sehingga menarik minat orang agar membelinya.

olahan sagu

4. Kapurung

Makanan khas dari Sulawesi Selatan ini punya cita rasa yang hampir menyamai papeda. Kapurung juga disajikan sebagai menu makanan pokok, dengan campuran sayur dan daging ikan. Nama lain dari kapurung adalah bugalu atau pugalu.

5. Lompong Sagu

Lompong sagu berasal dari Sumatera Barat. Kue ini punya rasa yang manis dan sering dijadikan panganan di hari raya. Lompong sagu dibuat dengan campuran santan, pisang kepok, serta gula aren. Hasilnya, kue yang bertekstur kenyal dan manis.

6. Bagea

Kue asal Maluku ini berbentuk bulat dan terasa manis. Bagea biasa dijadikan kudapan sambil menyeruput kopi atau teh. Tidak hanya menggunakan sagu, bagea juga dibuat dengan tambahan kenari cincang, terigu, kacang tanah yang dihaluskan, cengkeh, kayu manis, hingga minyak sayur.

7. Ongol-Ongol Sagu

Kue yang berasal dari daerah Jawa Barat ini punya rasa manis dan tekstur kenyal. Aroma harumnya bersumber dari campuran daun pandan beserta kelapa. Saat disajikan, ongol-ongol diberikan sedikit parutan kelapa. Sajian ini pun biasa diberikan sebagai pelengkap teh dan kopi di pagi atau sore hari.

8. Laupek Sage

Kali ini giliran kue dengan rasa yang gurih dan tekstur kenyal. Laupek sage yang menjadi kue khas dari Aceh ini, disajikan dengan balutan daun dan dimasak dengan cara dikukus. Di daerah asalnya, laupek sage disajikan kala acara-acara besar atau hajatan yang melibatkan keluarga besar. Laupek sage juga dikenal dengan nama lapek sagu atau timphan burune.

9. Sagon

Kue kering yang disebut dengan nama sagon ini juga sering menjadi primadona sajian di kala Lebaran. Kue sagon punya rasa yang gurih dan tekstur yang lembut dan kering ketika digigit. Untuk membuatnya, Anda memerlukan campuran gula halus, kelapa parut, santan kental, telur ayam, juga margarin.

Pembuatan sagon sagu tak terlalu rumit. Anda cukup memasukkan adonan kue ke dalam cetakan sagon dan membakarnya hingga matang. Waktu memanggangnya pun hanya sekitar 30 menit saja.

olahan sagu

10. Sagu Lempeng

Kue sagu lempeng tidak hanya bisa ditemui di Maluku dan Riau, tapi juga di kawasan Kalimantan Barat hingga ke Papua. Uniknya, meski cukup disukai namun kue ini sangat jarang dijajakan di pasar-pasar tradisional.

Bila Anda ingin mencicipinya, maka memasak kue ini sendiri adalah pilihan yang bisa dilakukan. Cara membuatnya cukup mudah. Anda pun hanya memerlukan peralatan sederhana seperti teflon untuk memasaknya.

Selain tepung sagu, makanan ini memerlukan bahan berupa kacang tanah yang sudah dihaluskan, garam, dan kelapa. Campuran tersebut dimasak di atas api kecil menggunakan teflon ukuran sedang.

Itulah beberapa olahan sagu yang bisa Anda nikmati di rumah. Bila ingin membuat salah satu sajian di atas, pastikan saja Anda memperoleh tepung sagu yang berkualitas sebelum mengolahnya. Yang pasti, masih banyak lagi olahan sagu yang nikmat juga bergizi untuk Anda nikmati di penjuru nusantara.

   

Hubungi Kami

     

Promo Pelanggan baru